Balikpapan Diet Kantong Plastik

DPRD Ajak Warga Balikpapan Sukseskan Perwali Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Takwa berujar larangan plastik berbayar ini dilakukan demi kemaslahatan umat dan menyelamatkan lingkungan.

DPRD Ajak Warga Balikpapan Sukseskan Perwali Larangan Penggunaan Kantong Plastik
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
Warga Balikpapan memamerkan paper bag yang bertuliskan Balikpapan tanpa kantong plastik. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Siti Zubaidah

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -  Ketua Komisi II DPRD Balikpapan M Takwa, mengajak masyarakat untuk memahami kebijakan pemerintah kota mengenai larangan menggunakan kantong plastik di supermarket.

Takwa berujar larangan plastik berbayar ini dilakukan demi kemaslahatan umat dan menyelamatkan lingkungan.

Ia mencontohkan dalam satu hari rumah tangga bisa berbelanja dua hingga tiga kali dalam satu hari.

Terkadang setiap belanja, kantong plastik langsung dibuang begitu saja menjadi barang yang tidak terpakai.

"Terkadang ada masyarakat dan pedagang yang membuang sampah plastik di sembarang tempat. Terbukti dari didapatinya sampah plastik yang terbuang ke laut mencapai 80 persen. Ditambah lagi sampah plastik yang membutuhkan waktu hingga 80 tahun agar bisa hancur," kata Takwa.

Baca: Harga Telur Masih Tinggi, Pedagang Balikpapan Tak Berani Belanja Banyak

Takwa pun meminta agar pemerintah kota rutinkan sosialisasi larangan menggunakan kantong plastik ini.

Termasuk menerapkan teguran secara lisan hingga sanksi hukum apa bila teguran tidak juga diindahkan.

Kontrol secara berkala juga diperlukan agar peraturan ini berjalan efektif.

Sebagai alternatif, masyarakat diminta untuk membawa kantong belanjaan sendiri.

Selain meminimalisir sampah plastik, juga mengurangi pengeluaran untuk membeli kantong plastik di supermarket.

Takwa menjelaskan, karena kantong plastik kalau disadari ini adalah limbah yang berbahaya untuk masa yang akan datang. 

Baca: Lebaran Sudah Lewat Tapi Tiket Surabaya-Balikpapan Masih Mahal, Tembus Rp 3 Juta!

"Jika ada pedagang ikan ngeluh? memang kan ada kantong plastik. Tujuannya kan untuk mengurangi bahan dasar plastik. karena di pasar kan mayoritas pake plastik. artinya penyumbang sampah plastik terbesar dari pasar," ungkap Takwa.

Takwa pun meminta kepada masyarakat selalu menyediakan paper bag atau tas ramah lingkungan yang bisa digunakan berkali-kali.

"Apa salahnya sih siapkan plastik dari rumah bawa kantong plastik dari rumah hemat biaya. Banyak yang positif saya pikir. Tugas pemerintah bagaimana sosialisasi ke masyarakat," katanya. (*)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help