Hasil Perikanan Muara Muntai, Kukar Dipasarkan hingga ke Sumatera

Kecamatan Muara Muntai memiliki potensi perikanan melimpah. Bahkan hasil perikanan dari Muara Muntai ini dipasarkan di luar pulau.

Hasil Perikanan Muara Muntai, Kukar Dipasarkan hingga ke Sumatera
kontan
Ilustrasi 

TENGGARONG, TRIBUN - Kecamatan Muara Muntai memiliki potensi perikanan yang melimpah. Bahkan hasil perikanan dari Muara Muntai ini dipasarkan di luar pulau, seperti Sumatera, Banjarmasin, Surabaya dan Jakarta.

"Tujuh puluh persen warga Desa Muara Muntai Ulu berprofesi sebagai nelayan," kata Sopan Sopian, Kades Muara Muntai Ulu, Rabu (11/8). Jenis ikan yang ditangkao meliputi, pepuyu, haruan, belida, jelawat.

Warga Muara Muntai Ula menangkap ikan di Danau Jantur, Semayang dan Melintang. "Sehari nelayan mendapatkan keuntungan sekitar Rp 100 ribu-Rp 150 ribu," ujarnya.

Jenis ikan belida dipasarkan ke Sumatera dan Banjarmasin. Nelayan menjual hasil tangkapan ikan ke pengepul. Selanjutnya, pengepul menjualnya ke Tenggarong dan Samarinda. Beberapa nelayan mengolah hasil tangkapan ikannya menjadi produk ikan asin. "Kalau ikan asin dipasarkan ke Jawa, yakni Surabaya dan Jakarta," ujarnya.

Tak heran kalau wilayah Muara Muntai menjadi perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam upaya pelestasrian ikan. Dua pekan lalu, sebanyak 160 ribu benih ikan asal Banjarmasin disebar di Reservat Batu Bumbun, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kukar.

Benih ikan yang disebar merupakan jenis ikan air tawar, seperti puyu, jelawat, gurami dan kelabau. Kegiatan penebaran benih ini dihadiri langsung Plt Bupati Kukar Edi Damansyah.

"Saya titipkan kawasan ini kepada masyarakat di sini agar dijaga dan dipelihara, manfaatkan kawasan ini dengan baik," ujar Edi.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen untuk menjadikan kawasan ini bisa tumbuh dan berkembang. Terkait praktik penangkapan ikan secara ilegal, Edi mengatakan, ini ada regulasi yang mengatur.

"Aktivitas penyetruman dan meracun ikan di wilayah ini dilaporkan masih sangat kecil, ada 2-3 oknum, tapi bagaimanapun kita harus menyadarkan masyarakat atas dampak dari penangkapan ikan secara ilegal. Aktivitas penyetruman ikan hanya memberi manfaat sesaat, tidak ada unsur pelestariannya. Penangkapan ikan secara ilegal tetap kita kenakan sanksi tegas," tuturnya.

Reservat Batu Bumbun merupakan peninggalan nenek moyang yang harus dijaga dengan baik.
Terpisah Sekretaris DKP Kukar, Dadang S Supriyatman mengemukakan, produksi ikan mencapai 155 ribu ton di wilayah Kukar pada 2017.

Angka ini meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 151 ribu ton. "Capaian produksi ikan kita meningkat 2,6 persen," kata Dadang.

Sektor perikanan, menurutnya, masih berpotensi di tengah kondisi defisit daerah seperti sekarang. Ia menambahkan, maraknya praktik penangkapan ikan secara ilegal mengancam kelangsungan hidup ikan air tawar di hulu mahakam. Saat ini produksi ikan air tawar di Kukar mencapai 33.850 ton/tahun. (top)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help