Idul Fitri Sudah Usai Harga Telur Masih Mahal, Begini Analisis KPPU Balikpapan

komoditas telur ayam merupakan kebutuhan pangan yang harganya masih bertahan tinggi.

Idul Fitri Sudah Usai Harga Telur Masih Mahal, Begini Analisis KPPU Balikpapan
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Pedagang telur ayam negeri di Jalan Satu, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kaltim pada Kamis (12/7/2018) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Hari raya Idul Fitri telah usai. Libur lebaran sudah rampung namun komoditi telur ayam sampai sejauh ini harganya masih dianggap mahal, masih tinggi belum turun di harga normal.

Hal ini terungkap oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan saat melakukan sidak ke lapangan, meninjau ke beberapa tempat produksi telur ayam di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

Pemantauan yang dilakukan oleh KPPU Balikpapan selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri serta pasca lebaran, komoditas telur ayam merupakan kebutuhan pangan yang harganya masih bertahan tinggi. 

Baca: Muhammad Zohri Catat Sejarah Baru Indonesia, Deretan Pejabat Ini Ungkapkan Rasa Bangga

"Kenaikan harga telur ayam selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri, dipicu oleh peningkatan konsumsi warga. Biasanya, harga telur ayam akan mulai menurun kembali setelah Idul Fitri. Tapi ini tidak," kata Kepala Kantor KPPU Balikpapan melalui press rilis yang diterima Tribunkaltim pada Kamis (12/7/2018). 

Dia menjelaskan, saat kondisi normal harga telur di Balikpapan biasanya diperoleh dengan kisaran harga Rp 1.500 hingga Rp 1.700 per butir. 

Saat ini, harga tiga minggu sesudah lebaran Idul Fitri masih bertahan diharga Rp 1.700 sampai Rp. 1.900 per butir, bergantung ukuran telur. Semakin besar harganya mahal. 

Baca: Lubang di Biskuit Ternyata Bukan Sekadar Hiasan

Menurut Abdul, upaya sikapi fenomena pasar ini, KPPU Balikpapan melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait seperti Diperindag Kota Balikpapan dan melakukan pemantauan langsung ke peternak ayam petelur di wilayah Balikpapan. 

"Berdasarkan hasil diskusi dan pemantauan kami ternyata diperoleh informasi yang menjadi penyebab tingginya harga telur ayam di Kota Balikpapan," ungkap Abdul.

Yakni jelasnya, adanya kekurangan pasokan telur ayam dari daerah pemasok seperti Jawa Timur. 

"Permintaan terhadap telur yang masih tinggi karena banyak hajatan meskipun libur Idul Fitri sudah berakhir," ujarnya. 

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved