Relawan Penyelamat Remaja di Goa Thailand Disambut Bak Pahlawan

18 Pemanjat sarang burung yang kembali ke kampung halaman mereka di Koh Libong disambut dengan spanduk bertuliskan " Pahlawan Libong"

Relawan Penyelamat Remaja di Goa Thailand Disambut Bak Pahlawan
Bangkok Post/Assawin Pakkawan
Para relawan tim pemanjat sarang burung disambut meriah ketika kembali ke kampung halaman mereka di Koh Libong Rabu (11/7/2018). Mereka menjadi bagian dalam operasi penyelamatan tim sepak bola remaja yang terjebak sejak 23 Juni lalu. 

TRIBUNKALTIM.co - Setelah operasi penyelamatan terhadap tim sepak bola yang terjebak di Goa Tham Luang, Thailand, berhasil, para relawan membubarkan diri. Dilansir Bangkok Post Rabu (11/7/2018), para relawan tersebut disambut bak pahlawan saat kembali ke daerahnya masing-masing.

Seperti yang terjadi pada 18 pemanjat sarang burung yang kembali ke kampung halaman mereka di Koh Libong distrik Kantang, Trang. Mereka disambut dengan spanduk bertuliskan " Pahlawan Libong" dan menerima pesta selamat datang serta hadiah.

Ke-18 pemanjat itu mengajukan diri pada 30 Juni, atau sepekan setelah tim sepak bola tersebut dinyatakan hilang (23/6/2018). Dengan keahlian mereka, para pemanjat itu mencari celah untuk kemudian digali, dan dijadikan rute evakuasi 12 remaja dan pelatihnya tersebut.

Pemimpin tim, Alifin Tesnam berkata bahwa dia merasa kemampuan mereka bakal berguna untuk membantu misi penyelamatan itu.

"Kami bangga telah berpartisipasi dalam misi ini. Jujur saja, kami tidak berharap apapun sebagai imbalannya," tutur Tesnam.

Dia menuturkan, semua orang adalah pahlawan karena memiliki satu tujuan; mencari serta mengeluarkan tim Mu Pa tersebut.

Selain tim dari Libong, relawan lain yang pulang adalah penyelam berkebangsaan Denmark, Ivan Karadzic. Dia sampai di Koh Tao di Surat Thani, dan mendapat sambutan hangat dari pejabat serta warga setempat.

Saat itu, Karadzic tengah berlibur di Krabi ketika mendengar tim sepak bola remaja itu terjebak selama sembilan hari. Penyelam berkebangsaan Denmark, Ivan Karadzic, mendapat bunga saat berada di Koh Tao di Surat Thani Rabu 911/7/2018).

Dia menjadi bagian dari operasi gabungan internasional untuk menyelamatkan anggota tim sepak bola remaja yang terjebak di goa sejak 23 Juni.

Setelah mengumpulkan peralatan selam, dia bergabung dengan tim penyelam internasional bersama dua rekannya, Dane Nikko dan Erik Brown, pada 2 Juli. Sementara pasukan penerjun payung juga meninggalkan Chiang Rai menuju ke markas mereka di distrik Cha-am, Phetchaburi.

Kisah ke-12 remaja dan seorang pelatih yang terperangkap menjadi perhatian dunia, dan mengundang para relawan dari seluruh dunia untuk membantu. Operasi untuk menyelamatkan 13 anggota Mu Pa itu pertama dilaksanakan pada Minggu (8/7/2018), dan sukses mengeluarkan empat remaja.

Kemudian dalam penyelamatan Senin (9/7/2018), mereka berhasil mengeluarkan empat lagi dengan puncaknya Rabu (10/7/2018), lima orang tersisa berhasil dikeluarkan. Sayangnya, dalam operasi internasional itu, seorang relawan penyelam, Saman Kunan, tewas pada Jumat pekan lalu (6/7/2018). Kunan yang merupakan eks anggota Angkatan Laut Thailand tewas karena diduga kekurangan oksigen ketika membantu tim sepak bola itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Relawan Penyelamat Remaja di Goa Disambut Bak Pahlawan di Daerahnya".

Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help