Ribuan Napi Lapas Bontang Jalani Tes HIV/Aids

Sebanyak 1.041 warga binaan di Lapas Kelas III Bontang mengikuti Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau tes HIV/AIDS.

Ribuan Napi Lapas Bontang Jalani Tes HIV/Aids
Handover
Pita Merah lambang HIV/AIDS 

BONTANG, TRIBUN - Sebanyak 1.041 warga binaan di Lapas Kelas III Bontang mengikuti Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau tes HIV/AIDS, di Lapas Bontang, Rabu (11/7). Pemeriksaan VCT digelar pihak Lapas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan & KB Kota Bontang.

Kepala Lapas Kelas III Bontang, Heru Yuswanto mengatakan kegiatan ini merupakan langkah antisipatif agar penderita HIV/AIDS dapat terdeteksi dan mendapat penanganan lebih awal. Menurutnya, selama ini pihaknya menerima warga binaan dari seluruh Kaltim tanpa mengetahui riwayat kesehatannya.

"Yang kami hindari, jangan sampai karena tak lamban ditangani kemudian berakibat fatal," ujar Heru Yuswanto, dalam keterangan persnya, Rabu (11/7).

Pihaknya mengaku, bagi warga binaan yang terbukti positif mengidap HIV/AIDS segera dilakukan penanganan khusus. Upaya antisipatif ini dilakukan, agar potensi penularan dapat diminimalisir.

Adapun penanganan khusus yang dimaksud, bukan memberikan ruang khusus bagi mereka. Namun, perawatan medis lebih diperhatikan bagi penderita. "Jadi bukan diasingkan ya. Tapi kami lebih ketat mengawasi jadwal berobat, kemudian ruanganya kami bersihkan," katanya.

Terkait hasil VCT, Heru menjamin kerahasian jika ada warga binaan yang positif mengida[ HIV/Aids. Menurutnya, hanya penderita yang akan mendapat informasi terkait penyakitnya, adapun napi yang dinyatakan negatif dipastikan tidak akan mengetahui jika ada teman satu selnya yang menderita.

"Hanya yang bersangkutan tahu dirinya terinfeksi. Teman satu kamarnya tidak mengetahui. Karena itu merupakan kerahasiaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, penempatan sel khusus hanya ditujukan bagi pasien napi yang menderita penyakit menular, seperti Tuberkulosis (TB). Langkah ini perlu dilakukan agar penghuni ruangan tak terpapar virus ini selama satu sel dengan pasien.

Plt Kepala Diskes-KB Bontang, Bahauddin mengatakan pihaknya melakukan tes HIV/Aids kepada penghuni Lapas. Tujuannya tentu pihak Pemkot Bontang ingin mengetahui kondisi Lapas Bontang seperti apa, terutama untuk penyakit HIV/Aids.

"Ini dilakukan setiap setahun sekali untuk seluruh warga binaan dengan melibatkan petugas dari Puskesmas Bontang Lestari, juga Kelompok Dukung Sebaya (KDS)," ungkapnya. (don)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved