Terpidana Kasus Pungli Terminal Peti Kemas Palaran Dieksekusi di Bandara SAMS

Sementara Jafar Abdul Gaffar dan Dwi Winarno divonis bebas juga pada 21 Desember 2017 lalu.

Terpidana Kasus Pungli Terminal Peti Kemas Palaran Dieksekusi di Bandara SAMS
tribunkaltim.co/nalendro
Dwi Hari Winarno (berkacamata) akhirnya dieksekusi, Kejaksaan Negeri Samarinda, di Bandara SAMS Sepinggan, Balikapapan, Kamis (12/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus mega pungli terminal peti kemas (TPK) Palaran memasuki babak baru.

Terdakwa terancam kembali menghuni dinginnya sel tahanan, setelah eksekusi yang dilakukan oleh petugas terhadap seluruh terdakwa, berdasarkan hasil putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

Beredar kabar hari ini (12/7/2018) terdakwa akan dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda, namun hingga pukul 18.00 Wita tadi, tidak ada pergerakan yang dilakukan oleh tim dari Kejari Samarinda untuk melakukan eksekusi terhadap terdakwa di Kota Tepian.

Namun, dari informasi yang didapat, tim Tipikor Ditreskrimsus Polda Kaltim melakukan pengawalan terhadap tim Kejaksaan yang mengeksekusi salah satu terdakwa yakni Sekretaris Komura Dwi Hari Winarno, yang baru saja mendarat di bandara internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, dari Jakarta, sesuai dengan putusan MA Nomor : 724 K/Pid.Sus/2018, tanggal 19 April 2018, terkait dengan pelaksanaan eksekusi.

Kepala Kejari Samarinda, Retno Harjantari Irina, dikonfirmasi terkait dengan eksekusi terhadap terdakwa kasus pungli di TPK Palaran, memberikan jawaban apa adanya kepada awak media yang menunggunya di kantor Kejari Samarinda, jalan M Yamin.

"Iya belum. Tunggu dulu. Kalau nanti sudah ada orangnya ya kita tunggu disini," ujar Retno, sebelum meninggalkan kantor Kejari Samarinda, Kamis (12/7/2018).

Terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Ely Shahputra, saat dikonfirmasi tribunkaltim.co membenarkan bahwa akan ada eksekusi hari ini (12/7/2018), namun tidak memberikan penjelasan secara detai terkait dengan rencana eksekusi tersebut.

"Memang rencana hari ini (eksekusi terdakwa perkara pencucian uang Koperasi Samudera Sejahtera). Tapi masih menunggu dulu, kalau sudah ketemu (tangkap)," ucapnya singkat.

Untuk diketahui, putusan untuk Abun dan Ely divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Samarinda, 12 Desember 2017 lalu.

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved