Gara-gara Kaos Kaki Ilegal, FIFA Jatuhkan Sanksi ke Inggris Rp 1 Miliar

FIFA menjatuhkan denda 70.000 franc Swiss (Rp 1 miliar) kepada asosiasi sepak bola Inggris. Katena tidak pakai kaos kaki legal.

Gara-gara Kaos Kaki Ilegal, FIFA Jatuhkan Sanksi ke Inggris Rp 1 Miliar
kompas.com
Raheem Sterling mencoba menggocek Robin Olsen dalam pertandingan Swedia vs Inggris pada babak 8 besar atau perempat final Piala Dunia 2018 di Samara, 7 Juli 2018. 

TRIBUNKALTIM.CO, RUSIA— FIFA menjatuhkan denda sebesar 70.000 franc Swiss atau lebih dari Rp 1 miliar kepada asosiasi sepak bola Inggris. Ini akibat tiga pemain Inggris mengenakan kaus kaki "tidak sah" dalam Piala Dunia 2018.

Tindakan itu dilakukan saat laga perempat final ketika Inggris melawan Swedia. Dele Alli, Eric Dier, dan Raheem Sterling yang ketahuan melakukannya.

FIFA mengatakan, pelanggaran tersebut dalam hal "melanggar peraturan media, pemasaran dan peraturan peralatan FIFA".

Raheem Sterling mencoba menggocek Robin Olsen dalam pertandingan Swedia vs Inggris pada babak 8 besar atau perempat final Piala Dunia 2018 di Samara, 7 Juli 2018.
Raheem Sterling mencoba menggocek Robin Olsen dalam pertandingan Swedia vs Inggris pada babak 8 besar atau perempat final Piala Dunia 2018 di Samara, 7 Juli 2018. (kompas.com)

Baca: Sejarah, Kroasia, Negara Berperingkat FIFA Terendah yang Tampil di Final Piala Dunia

Baca: Jelang Final Piala Dunia 2018, Elang dan Unta Ramal Kemenangan Perancis vs Kroasia

Baca: Perancis Berlaga di Final Piala Dunia 2018, Ini Pujian Paul Pogba untuk Mbappe

FIFA mengatakan, beberapa pemain Inggris "terus menampilkan merek komersial yang tidak sah pada item peralatan permainan sebelum dan selama pertandingan perempat final antara Swedia dan Inggris".

Asosiasi sepak bola Swedia juga dihukum dengan denda yang sama untuk pelanggaran kaus kaki serupa pada awal turnamen. Hal tersebut membuatnya menjadi denda tertinggi kedua pada Piala Dunia setelah asosiasi sepak bola Argentina didenda 105.000 franc Swiss atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Hukuman tersebut diberikan setelah para pendukung Argentina kedapatan melemparkan benda ke lapangan dan meneriakkan kata berbau perilaku seks menyimpang.(kompas.com)

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved