Jaman Now, No Plonco! Karena pelakunya Terancam Hukuman Seumur Hidup

Alasan diterbitkannya undang-undang ini disebabkan selama bertahun-tahun banyak nyawa melayang

Jaman Now, No Plonco! Karena pelakunya Terancam Hukuman Seumur Hidup
DOK-TRIBUN KALTIM
Ilustrasi Plonco 

TRIBUNKALTIM.CO, MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte meneken undang-undang yang melarang kegiatan perpeloncoan di sekolah dan berbagai institusi lainya.

Selain itu, undang-undang baru ini juga memberikan ancaman hukuman yang amat berat bagi individu atau otorita yang menggelar kegiatan perpeloncoan itu.

Undang-undang Anti-perpeloncoan 2018 ini diteken Presiden Duterte pada Rabu (11/7) malam. Artinya, kini semua kegiatan perpeloncoan di sekolah, organisasi kepemudaan, bahkan di kemiliteran dan kepolisian dilarang.

Alasan diterbitkannya undang-undang ini disebabkan selama bertahun-tahun banyak nyawa melayang akibat kegiatan perpeloncoan di berbagai institusi.

Korban terakhir kegiatan ini adalah seorang mahasiswa Horacio "Atio" Castillo III yang tewas akibat pemukulan yang dideritanya dalam proses perpeloncoan di sebuah universitas ternama di Manila.

"Tak ada yang namanya persatuan, persaudaraan, kekuatan, kehormatan, martabat, dan respek yang diperoleh dari perpeloncoan. Kegiatan ini tak lebih dari kekerasan dan pelecehan," ujar Senator Panfilo Lacson saat mengumumkan berlakunya undang-undang itu.

Sementara itu, Senator Joel Villanova menegaskan, undang-undang baru ini memberikan "gigi" untuk aturan sebelumnya yang terbit pada 1995.

Undang-undang baru ini memiliki kekuatan untuk melarang bahkan menjadikan perpeloncoan sebagai tindakan kriminal dengan hukuman setimpal bagi pelakunya.

Di bawah undang-undang baru ini, pelanggar terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup dan denda hingga 3 juta peso atau lebih dari Rp 800 juta.

Selain itu, undang-undang ini juga memperluas definisi perpeloncoan hingga mencakup penderitaan fisik dan psikologi, cedera atau luka akibat kegiatan perekrutan anggota baru sebuah organisasi.

Selain itu, cakupan perpeloncoan juga diperluas tidak hanya di sekolah atau institusi pendidikan tetapi juga ke berbagai kegiatan sejenis di komunitas, organisasi berseragam, hingga perusahaan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Filipina Ancam Pelaku Perpeloncoan dengan Hukuman Penjara Seumur Hidup", https://internasional.kompas.com/read/2018/07/12/19525571/filipina-ancam-pelaku-perpeloncoan-dengan-hukuman-penjara-seumur-hidup.

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help