Berita Video

Kreatif, Cara Warga Lamaru Manfaatkan Sampah

Seperti keranjang tempat minuman air dalam kemasan ukuran kecil dibuat dari ujung minuman kemasan berbentuk gelas.

Kreatif, Cara Warga Lamaru Manfaatkan Sampah
tribunkaltim.co/ jino
Warga Lamaru yang mengubah sampah menjadi kerajinan bernilai ekonomis. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Jino Prayudi Kartono

BALIKPAPAN,  TRIBUNKALTIM.CO - Sampah merupakan salah satu musuh besar di bumi. Bahkan rusaknya ekosistem yang ada di bumi mayoritas disebabkan oleh sampah yang menumpuk.

Apalagi sampah rumah tangga yang sangat sulit terurai.

Sehingga menyebabkan menggunungnya sampah di tempat pembuangan akhir. Untuk itu warga RT. 02 gang Pande Kelurahan Lamaru mengolah sampah sedemikian rupa menjadi barang kerajinan bernilai ekonomis.

Terlihat beberapa barang kerajinan dari sampah plastik yang masih didaur ulang dalam stan Festival Wisata Lamaru 2018, Jumat (13/7/2018) siang.

Baca:

Ini Plus Minus Mahfud MD dan TGB jika Jadi Cawapres Jokowi Menurut Peneliti

Istrinya Dihina Netizen, Iko Uwais : Saya Akan Bela Istri Saya Sampai Mati

Tak Cuma Renovasi, Lalu Muhammad Zohri juga Dapat Rumah Baru Tipe 36

Dilepas Sriwijaya FC, Makan Konate Dikaitkan dengan Persib Bandung

Wanti pengelola yang juga mengelola bank sampah gang Pande Lamaru ini mengatakan program tersebut berjalan beberapa waktu setelah dimulainya program bank sampah di RT tempatnya tinggal.

Ia menghimpun beberapa warga yang kemudian dilatih agar memiliki kreatifitas dalam menciptakan barang kreatif.

Seperti keranjang tempat minuman air dalam kemasan ukuran kecil dibuat dari ujung minuman kemasan berbentuk gelas.

"Ujungnya dipotong. Kemudian kumpulkan ujung gelas minuman plastik itu. Untuk satu rak ini paling butuh 150 buah," katanya.

Tak hanya itu saja, hiasan dari kain perca ternyata juga berasal dari sampah botol air minum kemasan yang tak terpakai.

Botol dibersihkan terlebih dahulu, kemudian hias botol sesuai yang diinginkan.

Harga kerajinan daur ulang bervariatif. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu tergantung ukuran dan tingkat kesulitan barang yang dibuat.

Simak Videonya :

(*)

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help