Tindak Kekerasan Anak Semakin Meningkat di Balikpapan, Ini yang Dilakukan Pemerintah Kota

Dengan semakin meningkatnya jumlah pelapor tindak kekerasan pada perempuan dan anak, DP3AKB Kota Balikpapan melakukan sosialisasi

Tindak Kekerasan Anak Semakin Meningkat di Balikpapan, Ini yang Dilakukan Pemerintah Kota
Tribun Kaltim/Aditya Rahman Hafidz
Sri Wahjuningsih, Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, bersama dengan Helga Worotitjan, pemerhati anak yang memberikan sosialisasi perlindungan anak kepada para relawan pemerhati anak di kota Balikpapan, di Aula Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, Sabtu (14/7). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tingkat kekerasan anak semakin meningkat dari tahun ke tahun di kota Balikpapan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, saat ditemui usai acara Sosialisasi Perlindungan Anak Tahun 2018 di Aula Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, Sabtu (14/7/2018).

Dengan semakin meningkatnya jumlah pelapor tindak kekerasan pada perempuan dan anak, DP3AKB Kota Balikpapan melakukan sosialisasi sebagai bentuk pencegahan sebelum itu terjadi, untuk mewujudkan kota Balikpapan layak anak.

"Ini sebagai bagian dari tugas pokok untuk mengedukasi masyarakat terkait dengan regulasi perlindungan anak," ujarnya.

Baca: Ely Sugigi Dikabarkan akan Bertunagan dengan Irfan Sebastian, Sudah Pesan Cincin

Ia juga mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa bantuan dukungan dari berbagai pihak, khususnya para relawan pemerhati perempuan dan anak di Balikpapan.

Sri Wahjuningsih mengatakan sosialisasi perlu diberikan kepada para relawan anak tersebut, karena jangan sampai bagi para relawan yang mengklaim dirinya seorang pemerhati anak, namun malah tidak paham terhadap perlindungan anak, malah cenderung melakukan tindakan yang terlarang.

"Ya contoh mungkin karena sayangnya sama anak, menyentuh dibagian sensitifnya yang malah melakukan perbuatan yang dilarang oleh undang-undang," ujarnya.

Baca: Pekerja Migas Bersaing di Turnamen Bulutangkis Migas Cup VI Kalsul 2018

Untuk itu pada sosialisasi kali ini, beberapa pemerhati anak di Balikpapan turut hadir, dengan mendatangkan narasumber yang juga seorang pemerhati anak, Helga Worotitjan.

Sebagai data, pada bulan Mei tahun 2018 saja sudah tercatat 22 kasus kekerasan pada anak. Belum termasuk yang tidak melapor. Hal ini yang menjadi perhatian bagi DP3AKB Kota Balikpapan. "Masih banyak masyarakat yang tidak melaporkan tentang kekerasan anak, terutama pada kekerasan seksual, karena hal tersebut masih dianggap hal yang tabu untuk dilaporkan, seperti menjadi aib keluarga," ujarnya.

Padahal lanjutnya, sebenarnya para orang tua atau korban tidak perlu khawatir, karena dinas terkait memiliki para psikologi dan pengacara yang berkompeten, ditambah para pemerhati anak yang siap mendampingi korban.

Halaman
12
Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help