Atlet Balap Sepeda Kaltim Sementara Kantongi 4 Medali di Kejurnas

Selain nomor Road Race, selanjutnya masih ada nomor MTB. Kaltim menurunkan tiga putra dan dua putri.

Atlet Balap Sepeda Kaltim Sementara Kantongi 4 Medali di Kejurnas
Ho / dok ISSI Kaltim
Atlet balap sepeda Kaltim (depan) beraksi menjajal Kejurnas di Bantul, DI Yogyakarta, Senin (16/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Atlet balap sepeda Kaltim untuk sementara berhasil mengantongi 4 medali di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Senin (16/7/2018).

Raihan 4 medali tersebut dipersembahkan Lee Rian Arya dan Tri Mulandi pada nomor road race, dengan rincian 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kaltim, Fachruddin Noor bangga terhadap pencapaian para atlet.

Pasalnya Pengprov tak memasang target tinggi karena mereka sebagian besar menurunkan atlet-atlet junior yang dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua.

“Target kami hanya pengenalan dan penjajakan venue saja serta menambah jam terbang atlet, karena memang usia mereka ini masih junior yang usianya 17-18 tahun. Hal itu dikarenakan pada PON 2020 di Papua ada batasan usia U-21, sehingga nantinya mereka bisa bertanding,” ujarnya ketika dihubungi di Samarinda, Kalimantan Timur.

Baca juga:

SBY-Prabowo Dijadwalkan Bertemu Lusa, Sekjen Demokrat: Akan Penuh Kejutan!

Perbedaan Fungsi Kode 0 dan +62 pada Awal Nomor Telepon, Berikut Penjelasannya

BREAKING NEWS - Sriwijaya FC Belum Tiba di Tenggarong, Begini Nasib Laga Melawan Mitra Kukar

Temui Atlet-atlet Indonesia untuk Asian Games 2018, Begini Ungkapan Keprihatinan Deddy Corbuzier

Selain nomor Road Race, selanjutnya masih ada nomor MTB. Kaltim menurunkan tiga putra dan dua putri.

Menurut Fachruddin, Kaltim cukup berpeluang menyabet medali di nomor MTB melalui atlet putri yang bernama Chika.

Chika cukup berpengalaman dalam kejuaraan, lantaran berstatus siswi Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim.

"Chika berpeluang. Saingan beratnya dari Papua yang memang selalu juara. Tapi tidak menutup kemungkinan atlet-atlet kami yang lain juga bisa memiliki kans zona medali. Yang jelas, kami hanya memberikan jam terbang dan pengenalan kepada mereka yang masih junior dan tidak memberikan target tinggi,” tutur Fachruddin. (*)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved