Opini

Ikhtiar Mendamaikan Perang Dagang Dunia di IMF-WBG Annual Meeting Indonesia 2018

Perang, apapun jenisnya pasti berdampak buruk, termasuk perang dagang yang akan menggoyang perekonomian dan keuangan secara global dan masif.

Ikhtiar Mendamaikan Perang Dagang Dunia di IMF-WBG Annual Meeting Indonesia 2018
Istimewa
Bambang Iswanto 

Menyambut IMF-WBG Annual Meeting Indonesia 2018

IKHTIAR MENDAMAIKAN PERANG DAGANG DUNIA

Oleh Bambang Iswanto*)

Hajat akbar pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur World Bank dan IMF bertajuk “IMF-WBG ANNUAL MEETINGS 2018” akan diselenggarakan di Bali pada 12-14 Oktober mendatang. Keakbaran peristiwa penting dalam dunia ekonomi dan keungan ini bisa dideskripsikan dengan jumlah peserta yang meliputi hampir seluruh negara yakni 189 negara.

Hanya empat negara yang tidak hadir dalam event ini. Dalam rilisnya, panitia menyebutkan peserta yang berpartisipasi kurang lebih 15 ribu orang yang terdiri dari sekitar 4 ribu utusan resmi undangan,1 .000 pengamat, 1.500 staf IMF-World Bank, 500 CSO, 5.000 an investor, 1.000 awak media, dll. Seluruh pemangku kepentingan di bidang keuangan akan hadir dan mendiskusikan serta melahirkan kebijakan-kebijakan ekonomi dan keuangan global.

Indonesia beruntung mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah setelah pengajuan proposal bidding. Dua negara lain yang menjadi pesaing Indonesia yaitu Mesir dan Senegal gugur, IMF dan World Bank menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan tahunan akbar ini.

Perlu diketahui, kesempatan untuk menjadi tuan rumah bagi Indonesia akan datang 567 tahun lagi jika seluruh peserta anggota IMF dan World Bank Grup yang berjumlah 189 negara digilir secara merata. Aturan pelaksanaan yang selama ini diterapkan adalah dua tahun berturut-turut Amerika Serikat menjadi tuan rumah, tahun ketiga setelah Amerika Serikat adalah negara lain yang mengajukan proposal dan lulus kelayakan.

Tidak mudah untuk bisa menjadi tuan rumah, perlu gelontoran dana besar untuk menjadikan negara benar-benar siap. Peru sebagai host sebelum Indonesia, telah menggelontorkan dana lebih dari 1 triliun rupiah. Indonesia tahu 2018 mengalokasikan dana lebih dari 850 milyar rupiah. Sebuah angka yang fantastis untuk sebuah meetings event. Sebandingkah output yang didapat dari anggaran yang besar tersebut atau Indonesia hanya memikul beban anggaran tanpa merasakan manfaat?

Manfaa Ekonomi

Saya yakin bahwa pemerintah telah berhitung matang dengan anggaran sebesar ini. Tidak mungkin dalam situasi perekonomian yang belum nyaman, Indonesia mau merogoh kocek yang cukup dalam. Dalam angka-angka peserta yang diperkirakan hadir, sebenarnya bisa dirasakan manfaat ekonomi bagi Indonesia.

Halaman
123
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved