Pencemaran Minyak di Teluk Balikpapan, KLHK Belum Cabut Larangan Berenang

Pasca tumpahan minyak 44 ribu barrel yang mencemari perairan Teluk Balikpapan akhir April 2018 lalu

Pencemaran Minyak di Teluk Balikpapan, KLHK Belum Cabut Larangan Berenang
HO
Suasana di Teluk Balikpapan yang sudah bersih. Dalam waktu yang sangat cepat, berkat dukungan warga Balikpapan, kawasan pantai ini sudah bersih 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pasca tumpahan minyak 44 ribu barrel yang mencemari perairan Teluk Balikpapan akhir April 2018 lalu, hingga saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum mencabut imbauan untuk tidak berenang di sepanjang pantai teluk Balikpapan, sambil menunggu kondisi dinyatakan aman dan ada pemulihan lingkungan dari Pertamina.

Apalagi, Juli 2018 ini, pantai yang sama kembali terkena rumahan diduga minyak yang hingga kini belum diketahui siapa pemiliknya yang wajib bertanggungjawab.

"Sebetulnya imbauan ini, tanpa kejadian ini (tumpahan minyak Juli 2018) belum dicabut, dan Jakarta belum kasi kabar (pencabutan imbauan) sampai sekarang," kata Teddy S Mahendra, Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Pengendalian dan Pembangunan Ekoregion Kalimantan yang Minggu (22/7) ditunjuk menjadi pimpinan tim investigasi Gakkum KLHK.

Baca: 3 Hari Susur Perairan Teluk Balikapapan, Tim SAR Akhirnya Temukan Jenazah ABK Kapal

Teddy berharap, situasi ini harus dipahami masyarakat, apalagi ada sejumlah potensi efek dan bahaya bagi manusia yang berpotensi jika terkontaminasi air yang bekas tercemar itu.

Proses pengurangan dampak negatif akibat tumpahan minyak April lalu, terus digodok. Pertamina, selaku pemilik limbah B3 kala itu, sudah diberi sanksi KLHK untuk memulihkan lingkungan yang tercemar.

Proses bergulir, Pertamina menyanggupi dengan menyusun rencana pemulihan yang kini draftnya sedang direvisi Kementerian sebelum disetujui dan diimplementasikan.

Walaupun tak merinci poin yang direvisi, Teddy menyebut proses itu terus berjalan dan mudahan draft bisa selesai dan disetujui akhir tahun ini, agar bisa segera diimplementasikan.

Baca: Kasus Pencemaran Lingkungan Tragedi Teluk Balikpapan, Pegawai Pertamina jadi Tersangka!

"Rencana pemulihan lingkungan masih dalam proses revisi. Masih bolak balik kok. Banyak yang harus dilakukan makanya proses itu jadi lama," katanya. (*)

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved