Di Seminar MUI Kaltim, Isran Noor Komitmen Kucurkan Anggaran untuk Kegiatan Keagamaan

Gubernur Kaltim terpilih, Isran Noor berkomitmen akan membantu kegiatan keagamaan di Kaltim, secara proporsional.

Di Seminar MUI Kaltim, Isran Noor Komitmen Kucurkan Anggaran untuk Kegiatan Keagamaan
TRIBUN KALTIM/RAFAN A DWINANTO
Gubernur Kaltim Terpilih, Isran Noor (tengah) berfoto bersama para pengurus MUI Kaltim dan Kab/Kota. 

Laporan Tribun Kaltim Rafan A Dwinanto

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim terpilih, Isran Noor berkomitmen akan membantu kegiatan keagamaan di Kaltim, secara proporsional.

Hal ini diungkapkan Isran saat hadir di Seminar yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Kamis (26/7/2018).

Menurut Isran, pemerintah wajib membantu kegiatan keagamaan di masing-masing tingkatan.

"Kan sudah ada kepres (keputusan presiden)nya yang ditandatangani Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Kepres itu jelas mengatur kewajiban pemerintah pusat membiayai MUI Pusat, begitu juga di daerah. Kita ikuti Kepres itu saja. Selesai urusan kalau kita ikut aturan," kata Isran.

Baca: Peringati HUT Ke-43, MUI Kaltim Gelar Seminar Bahas Tugas Ulama Jaga Persatuan Bangsa

Meski demikian, bantuan keagamaan yang diberikan, menurut Isran, harus proporsional berdasarkan populasi.

"Kayak di Kutim dulu saya bangun Islamic Center, Katolik Center dan lainnya," katanya lagi.

Begitu pula dengan pendidikan terhadap calon-calon ulama, menurut Isran akan diteruskan.

"Sekarang kan Kaltim sudah punya Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Ulama di Gontor. Insyallah itu akan kita teruskan," katanya.

Isran juga berharap MUI terus berperan dalam pembangunan, sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang dimiliki.

Baca: Tangguh, Cepat, dan Awet Muda! Cristiano Ronaldo Pantas Disebut Manusia Super?

Jika demikian, Isran yakin MUI akan mampu membantu pemerintah mengatasi persoalan masyarakat dan sosial.

"MUI ini kan sebagai konsultan pemerintah dalam rangka pembinaan masyarakat dan umat," jelasnya.

Isran pun menegaskan, kegiatan keagamaan berikut organisasinya akan mendapatkan anggaran pembiayaan sesuai porsinya.

"Itu (anggaran keagamaan) sudah kewajiban negara. Ada Kepresnya. Kita ikuti saja itu. Tidak ada masalah," tuturnya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help