Iqbal Korban Tewas Hanya Ingin Nonton Pertandingan Bola PSIM Yogya Vs PSS Sleman

Suasana haru mewarnai rumah duka korban bentrokan suporter di Yogyakarta, Muhammad Iqbal, di Dusun Balong, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul.

Iqbal Korban Tewas Hanya Ingin Nonton Pertandingan Bola PSIM Yogya Vs PSS Sleman
KOMPAS.com/Wijaya Kusuma
Para pelayat berdatangan ke rumah duka di Dusun Balong, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul. 

TRIBUNKALTIM.CO, BANTUL-- Suasana haru mewarnai rumah duka korban bentrokan suporter di Yogyakarta, Muhammad Iqbal, di Dusun Balong, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul.

Remaja berusia 16 tahun itu sejatinya hanya ingin menonton pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman. Namun, nyawanya melayang karena diduga dikeroyok oleh kelompok suporter.

Suratno (50), paman Iqbal, mengatakan, pada hari Kamis (26/7/2018) sekitar jam 14.30 WIB, keponakanya pulang ke rumah karena ingin menonton sepak bola di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.

"Pagi berangkat sekolah, terus jam 14.00 WIB pulang. Saya tanya kok sudah pulang? Dia menjawab mau nonton sepak bola PSIM dengan PSS Sleman," ujar Suratno saat ditemui di rumah duka, Jumat (27/7/2018).

Mendengar jawaban itu, Suratno sempat menasihati agar Iqbal tidak usah datang ke stadion karena pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman disiarkan langsung di televisi.

Para pelayat berdatangan ke rumah duka di Dusun Balong, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul.
Para pelayat berdatangan ke rumah duka di Dusun Balong, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul. (KOMPAS.com/Wijaya Kusuma)

Baca: PSIM VS PSS - Suporter Membludak di Stadion Sultan Agung; 2 Pingsan, Satu Alami Kesurupan

Baca: PSIM VS PSS - Ricuh di Parkiran Utara SSA Coreng Derbi DIY; Oknum Suporter Rebut Tameng Aparat

Baca: Ulah Suporter Berbuntut Panjang, Sriwijaya FC Jamu Borneo FC di Luar Palembang

"Sudah saya tahan. Mbok nonton TV saja di rumah. Tetapi dia bilang sudah ada teman yang menunggu. Saya tidak melihat temannya berapa," tuturnya. Hingga malam hari, siswa kelas 2 SMK Negeri Pleret, Bantul, ini belum pulang.

Suratno, ayah Iqbal dan sejumlah pemuda kampung Dusun Balong mencoba mencari ke stadion dan rumah sakit. Namun pencarian itu tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya ada informasi bahwa korban dirawat di RS Permata Pleret.

"Dicek ternyata benar. Saya tanya dokter masuk rumah sakit sekitar maghrib dan meninggal jam 21.00 WIB," tuturnya.

Suratno menyampaikan, keponakanya datang ke Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul hanya sebatas ingin menyaksikan pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman. Keponakannya juga tidak masuk dalam kelompok suporter kedua kesebelasan.

"Ya kadang-kadang nonton bola. Setahu saya tidak masuk kelompok (suporter) mana-mana," tuturnya.

Halaman
123
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved