Pilkada Tarakan

Pelantikan Khairul-Effendhi Djuprianto Tunggu Keputusan Mendagri

Meskipun paslon nomor urut tiga hadir, namun penetapan paslon terpilih Khairul-Effendhi Djuprianto berjalan dengan lancar, tertib dan aman.

Pelantikan Khairul-Effendhi Djuprianto Tunggu Keputusan Mendagri
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Paslon Khairul-Effendhi Djuprianto (pakai baju biru hitam dan kopiah hitam) ditetapkan sebagai paslon terpilih oleh KPU Kota Tarakan, Kamis (26/7/2018) malam di Gedung Wisma Patra. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Tarakan, Khairul-Effendhi Djuprianto yang mendapatkan suara terbanyak di Pilkada Tarakan tahun 2018 akhirnya ditetapkan sebagai paslon terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan, Kamis (26/7/2018) malam di Gedung Wisma Patra.

Dalam penetapan paslon terpilih ini, terlihat masing-masing paslon yang lain hadir, yakni Sofian Raga paslon nomor urut empat dan Mahruddin Maddo paslon nomor urut satu.

Hanya paslon nomor urut 3 Badrun dan Ince Rivai tidak hadir.

Baca: Diet Keto Dianggap Berisiko, Mana yang Lebih Ampuh Turunkan Berat Badan?

Meskipun paslon nomor urut tiga hadir, namun penetapan paslon terpilih Khairul-Effendhi Djuprianto berjalan dengan lancar, tertib dan aman.

Terlihat di acara ini pula Kapolres Tarakan AKBP Yuhdistria Midyawan dan Dandim 0907 Tarakan Letkol Inf Hipni Maulana.

Ketua KPU Kota Tarakan, Teguh Dwi Subagyo mengungkapkan, dengan penetapan Khairul-Effendhi Djuprianto sebagai paslon terpilih di Pilkada Tarakan tahun 2018, berarti berakhirlah kegiatan Pilkada Tarakan.

Baca: Ruhut Ingin Demokrat Dukung Jokowi, Ini yang Dikhawatirkannya Jika Berkoalisi dengan Gerindra

Hanya tinggal menunggu pelantikan Khairul-Effendhi Djuparinto sebagai walikota dan wakil walikota Tarakan.

“Untuk pelantikan Khairul-Effendhi Djuprianto sebagai walikota dan wakil walikota Tarakan bukan lagi ranah dari KPU Tarakan, melainkan kita serahkan kepada pemerintah dalam hal ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang memutuskan kapan pelantikannya,” ujarnya.

Menurut Teguh, sesuai Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016, pelantikan dilakukan setelah masa jabatan Walikota Tarakan berakhir, berarti 1 Maret 2019.

Baca: Gerhana Bulan Total Sabtu 28 Juli 2018 Pukul 00.13 WIB, Live Streaming di 20 Kota Indonesia!

“Namun kalau Mendagri ingin mempercepat pelantikan yah silakan saja, tapi tentunya harus ada kompensasi gaji bagi walikota yang masih menjabat, karena masa jabatannya masih ada. Jadi tunggu saja keputusan dari Mendagri,” ucapnya.

Walikota Tarakan Terpilih, Khairul mengatakan, dengan penetapan ini ia bersama pasangannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Tarakan, relawan, partai koaliasi yang telah bekerja keras akhirnya paslon nomor urut 2 dapat terpilih.

Baca: Selain Mission: Impossible - Fallout, 5 Film Ini Sukses Diperankan Si Ganteng Henry Cavill

Baca: Tragis. . . Murid TK Tewas Tertabrak Mobil Ayahnya Sendiri di Depan Sekolah

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat, relawan dan partai koaliasi karena bersama-sama memenangkan nomor urut 2 akhirnya terpilih menjadi walikota dan wakil walikota Tarakan. Dengan amanah ini saya akan menjalankan sebaik-baiknya. Nantinya ada media bagi masyarakat yang akan bertemu dengan kepala daerah,” ujarnya yang berencana akan bertemu dengan Walikota Tarakan Sofian Raga. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved