TJSL Pertamina, dari Pinjaman Pengembangan Usaha Hingga Program Kepedulian Lingkungan

...lebih dari Rp 21 miliar sepanjang 2016, 2017 dan 2018 menjadikan Pertamina sebagai salah satu perusahaan dengan penyaluran nilai CSR

TJSL Pertamina, dari Pinjaman Pengembangan Usaha Hingga Program Kepedulian Lingkungan
HO - Pertamina
BUDIDAYA LEBAH - Pertamina ajak Zahroni dan kelompok Tani Borneo Patra belajar tentang budidaya lebah hingga Jawa Tengah. 

Tidak hanya memikirkan bisnis energi semata. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina berupaya menyentuh masyarakat agar dapat tumbuh berkembang bersama.

Banyak program TJSL yang telah dikembangkan Pertamina di Indonesia, tidak terkecuali Kalimantan Timur.

Pogram yang dikemas mengusung 4 pilar yakni Kesehatan (Pertamina Sehat), Pendidikan (Pertamina Cerdas), Pemberdayaan Masyarakat (Pertamina Berdikari) dan Lingkungan (Pertamina Hijau).

Baca: Iqbal Korban Tewas Hanya Ingin Nonton Pertandingan Bola PSIM Yogya Vs PSS Sleman

Baca: Suhu Udara Sedang Dingin-dinginnya, Inilah 6 Kuliner Khas Dieng yang Cocok untuk Dinikmati

Dengan total penyaluran lebih dari Rp 21 miliar sepanjang 2016, 2017 dan 2018 menjadikan Pertamina sebagai salah satu perusahaan dengan penyaluran nilai CSR terbesar di Kaltim.

Sedangkan untuk program kemitraan bantuan modal usaha, sejak 1993 Pertamina telah membantu 1.433 pengusaha binaan dengan penyaluran pinjaman modal lebih dari Rp 37 Miliar.

Region Manager Comm. & CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha menuturkan, di Kaltim sudah banyak pengusaha yang tumbuh berkembang bersama Pertamina.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina dalam angka Tahun 2017
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina dalam angka Tahun 2017 (HO - Pertamina)

Termasuk Tohari Idris (61) pengusaha kerajinan cinderamata khas Kalimantan pemilik Magdalena Artshop di Kebun Sayur, Kota Balikpapan. 

Ia merasa terbantu dengan bantuan yang diberikan Pertamina.

Usahanya yang sempat jatuh, bisa bangkit lagi berkat bantuan dari program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL). Kerajinan yang ia jual ada yang buat sendiri dan mengambil dari perajin dayak.

“Sudah sejak 2003, sebenarnya usaha saya ini turun. Usaha ini saya mulai 1992. Waktu itu saya melihat peluang usaha ini cukup besar karena banyaknya turis asing yang datang di Kalimantan.

Baca: Mediasi Gagal, Sule Mengaku Nomor Ponselnya Diblokir Lina

Baca: Bupati Lampung Selatan yang Diamankan KPK Ternyata Adik Ketua MPR RI

Halaman
1234
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved