Berita Video

Dari Kloset hingga Kulkas, Begini Komentar Fahri Hamzah Seusai Tinjau Lapas Sukamiskin

Fahri Hamzah, dihadapan puluhan media yang hadir di Lapas Sukamiskin mengatakan bahwa ia bertemu Jero Wacik dan Setya Novanto

Dari Kloset hingga Kulkas, Begini Komentar Fahri Hamzah Seusai Tinjau Lapas Sukamiskin
YouTube/Tribunnews.com
Fahri Hamzah berkomentar banyak soal temuannya seusai kunjungi Lapas Klas I Sukamiskin, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Dari kloset hingga kulkas, Fahri Hamzah berkomentar banyak soal temuannya seusai kunjungi Lapas Klas I Sukamiskin, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018).

Selain Fahri Hamzah, kunjungan yang berdurasi sekira lima jam tersebut juga dihadiri oleh sejumlah Anggota DPR RI Komisi III seperti Masington Pasaribu, Agun Gunanjar dan sejumlah anggota lainnya.

Fahri Hamzah, dihadapan puluhan media yang hadir di Lapas Sukamiskin mengatakan bahwa ia bertemu Jero Wacik dan Setya Novanto dan melihat kondisi kamar huniannya.

"Saya sempat berbicara singkat dengan Pak Setnov, melihat kamarnya nomor 29. Di sana itu saya lihat ada 30 kotak obat, masing-masing ada tanggalnya," kata Fahri Hamzah.

Baca: Inilah Barang-barang Tak Biasa yang Ada di Sel Lapas Sukamiskin, Mulai Lotion hingga Laptop

Terkait kamar Setnov yang diberitakan palsu, Fahri tidak menjelaskan, dia hanya mengatakam bahwa di dalam kamar tersebut dia menemui Setya Novanto dan barang-barang Setnov.

Fahri juga meminta kepada Menkumham Yasonna Laoly agar secara langsung mendatangi Lapas Sukamiskin dan melihat langsung apakah itu palsu atau asli.

Suatu hal yang wajar menurut Fahri jika ada penambahan fasilitas di dalam Lapas Sukamiskin Bandung, mengingat usia Lapas tahun ini menginjak usia 100 tahun.

"Ini bangunan standar kolonial Belanda. Kalau zaman Belanda Kloset jongkok, tentunya boleh kalau sekarang kloset duduk. Karena alasan rusak, bocor, hancur," katanya.

Baca: Ekspresi Setya Novanto Sebelum Ketahuan Punya Sel Lain di Lapas Sukamiskin

Mengenai adanya kulkas di dalam Lapas, Fahri juga mengatakan itu untuk menyimpan obat bagi warga binaan yang sakit.

"Kalau enggak minum obat, nanti mati. Memang sih banyak di luar meminta agar koruptor mati saja, enggak usah minum obat, begitu otaknya di luar sana . Ada hukum yang mengatur. Jangan karena dendam dan tidak mengerti, lalu memaksa orang untuk melakukan tindakan melebihi hukum," katanya.

Baca: Tak Disorot Kamera Live, Begini Reaksi Audiens Studio Mata Najwa saat Lihat Video Setnov

Halaman
12
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved