AM Hassan Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional dari Kaltim, Ini Sosok dan Perjuangannya

(Lasaloka-KSB) mengusulkan agar Abdoel Moeis Hassan diangkat menjadi Pahlawan Nasional dari Kaltim.

AM Hassan Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional dari Kaltim, Ini Sosok dan Perjuangannya
Tribun Kaltim/Nevrianto
Tim Lasaloka-KSB bertemu dengan Walikota Samarinda, Syaharie Jaang di rumah jabatan Walikota Samarinda, Jalan S Parman, Jumat (3/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Lembaga Studi Sejarah Lokal Komunitas Bahari (Lasaloka-KSB) mengusulkan agar Abdoel Moeis Hassan diangkat menjadi Pahlawan Nasional dari Kaltim.

Berkas usulan calon Pahlawan Nasional tersebut diserahkan langsung kepada Walikota Samarinda, Syaharie Jaang di rumah jabatan Walikota Samarinda, Jalan S Parman, Jumat (3/8/2018).

Jaang yang kesempatan tersebut didampingi Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda Masrullah, dan perwakilan Dinas Sosial mengatakan akan menindaklanjuti usulan yang disampaikan, sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini tertuang dalam berita acara yang ditandatangani Walikota Samarinda Syaharie Jaang dan Koordinator Deklarator Muhammad Sarip.

Baca: Belum Kembali Normal, Harga Ayam di Sangatta Diprediksi Naik Lagi

Dalam kesempatan tersebut, tim Lasaloka-KSB yang didampingi Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kaltim. antara lain menyerahkan berkas usulan yang terdiri atas surat pengantar, naskah “Deklarasi Usulan Calon Pahlawan Nasional AM Hassan dari Kaltim”, surat pernyataan dukungan tokoh masyarakat, hasil “Seminar dan Bedah Buku Mengungkap Peran Sentral Moeis Hassan dalam Sejarah Perjuangan dan Revolusi di Kalimantan Timur” pada tanggal 2 Juni 2018 di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kaltim, buku monograf mengenai biografi dan uraian perjuangan Abdoel Moeis Hassan yang diterbitkan Lasaloka-KSB berjudul Moeis Hassan dalam Sejarah Perjuangan dan Revolusi di Kalimantan Timur (ISBN: 978-602-5431-22-7), serta 2 buku referensi lainnya yang berjudul Samarinda Tempo Doeloe Sejarah Lokal 1200–1999 (ISBN: 978-602-60453-4-8) dan Dari Jaitan Layar sampai Tepian Pandan: Sejarah Tujuh Abad Kerajaan Kutai Kertanegara (ISBN: 978-602-5431-15-9).

Naskah Deklarasi Usulan Calon Pahlawan Nasional sendiri dibuat dan ditandatangani oleh empat deklarator yakni Muhammad Sarip, Fajar Alam, Arief Rahman, dan Nabila Nandini.

Kemudian, sepuluh tokoh masyarakat yang kredibel yaitu Mohammad Asli Amin, Slamet Diyono, Suparmin, G. Simon Devung, Ellie Hasan, Maria Teodora Ping, Aksan Al-Bimawi, Chai Siswandi, Awang Aria Erlisatria, dan Yeremia Ledi memberikan dukungannya dalam pernyataan tertulis.

Sementara itu, juga disampaikan hasil seminar dan bedah buku mengenai Moeis Hassan tanggal 2 Juni 2018 yang disampaikan, termasuk notula yang dibuat dan ditandatangani oleh Nabila Nandini, moderator seminar tersebut.

Baca: Bupati Berau Minta Tim Reaksi Cepat tak Kalah Cepat dengan Media Sosial

Ketua Lasaloka-KSB Fajar Alam mengatakan bahwa hingga saat ini, belum ada satupun nama Pahlawan Nasional yang berasal dari Kaltim.

Halaman
123
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved