Sultan Adji Muhammad Salehuddin II Wafat

Ini Titah Sultan Adji Muhammad Salehuddin II sebelum Wafat kepada Putera Mahkota

Sultan Kutai Kartanagera Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Salehuddin II telah berpulang sekitar pukul 10.00 Wita, Minggu (5/8).

Ini Titah Sultan Adji Muhammad Salehuddin II sebelum Wafat kepada Putera Mahkota
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak bersama keluarga hadir melayat di Kedaton Kesultanan, Minggu (5/8/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Awan duka menyelimuti masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara. Sultan Kutai Kartanagera Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Salehuddin II telah berpulang sekitar pukul 10.00 Wita, Minggu (5/8).

Penguasa Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang lahir di Tenggarong, 24 Oktober 1924 tersebut wafat di RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang.

"Sekitar pukul 09.30 Wita (kondisinya) sudah melemah, lalu dibawa ke rumah sakit, dan dipastikan jam 10.00 Wita meninggal dunia," ucap cucu Sultan Aji Muhammad Salehuddin, Raden Dedi kepada wartawan.

Informasi yang dihimpun, jenazah Sultan akan dimakamkan di komplek makam Kesultanan Kutai Kartanegara, samping Museum Mulawarman. "Besok (6/8) dimakamkan, sekitar pukul 09.00 Wita, di makam Kesultanan," tutur Raden Dedi.

Baca: Sultan Aji Muhammad Salehuddin II Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Ini Pertimbangannya

Sultan Kutai Kartanegera Ing Martadipura XX, Sultan Aji Muhammad Salehuddin II meninggalkan istri Ratu Aida, 10 orang anak, 24 cucu dan 12 cicit. Sultan dinobatkan sebagai Sultan Kutai Kartanegara pada 22 September 2001.

Menurut juri bicara Kesultanan, APHK Poeger, sebelum menjalani perawatan di RSUD AM Parikesit, Sultan sempat terjatuh, dan kondisi kesehatan mengalami penurunan. Sultan dirawat selama kurang lebih dua minggu di rumah sakit, namun sempat keluar menghadiri upacara Pesta Adat Erau, beberapa waktu lalu.

Sementara, Adji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat, Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara menjelaskan, saat Sultan meninggal semua keluarga, mulai anak, cucu, cicit, dan kerabat lainnya mendampingi di RSUD AM Parikesit, kecuali putri tertua Sultan, yang masih berada di Semarang.

"Saat terakhir beliau, semua datang, dan semua keluarga ikhlas," ujar calon pengganti Sultan, Minggu (5/8).

Baca: Pangdam, Kapolda, dan Pejabat Daerah Bakal Dampingi Jenazah Sultan di Damar Semuruk

Sebelum akhir hayatnya, Sultan juga berpesan kepadanya, serta menurunkan titah yang berisi agar tetap melanjutkan Erau, sebagai adat dan budaya yang harus dilestarikan. "Pesan beliau hanya jalankan Erau saja, agar adat itu tidak dihilangkan," terangnya.

Disinggung terkait gelar Sultan yang akan diemban, Putra Mahkota belum mau berbicara banyak terkait hal itu. Saat ini dirinya masih fokus terhadap prosesi pemakaman. "Hal itu kita tunggu dan serahkan kepada Dewan Adat saja," ungkap putera ke-2 Sultan itu.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help