Advertorial

Ketua Perdosri Kaltim Yakin 3 Peraturan Direktur BPJS Kesehatan sudah Dipertimbangkan

Karena yang utama adalah patient oriented. Tentu, saya yakin sekali BPJS Kesehatan sudah berfikir matang untuk semua keputusan yang diambil.

Ketua Perdosri Kaltim Yakin 3 Peraturan Direktur BPJS Kesehatan sudah Dipertimbangkan
HO - BPJS Kesehatan
dr. Mochamad Naqsjabandi, Sp.KFR, dokter spesialis rehabilitasi medik sekaligus Ketua Persatuan Dokter Rehabilitasi Medik (Perdosri) Provinsi Kalimantan Timur. 

BALIKPAPAN – BPJS Kesehatan adalah suatu lembaga yang dipercaya oleh pemerintah untuk melaksanakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia, termasuk Warga Negara Asing yang tinggal di Indonesia paling sedikit 6 bulan.

Sebagai penyelenggara program JKN-KIS, BPJS Kesehatan tentunya harus menjaga kualitas pelayanan dan kesinambungan program JKN-KIS.

Hal tersebut direalisasikan dengan terbitnya:

  • Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) BPJS Kesehatan Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Katarak,
  • Perdirjampelkes BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan dengan Bayi Baru Lahir Sehat
  • Perdirjampelkes BPJS Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik.

Baca: BPJS Kesehatan NGOPI Bareng Wartawan di Balikpapan, Ungkap Target UHC untuk Kaltim

Baca: Alami Defisit Keuangan, BPJS Kesehatan Pastikan tak Naikkan Tarif Iuran

Hal tersebut disambut baik dr. Mochamad Naqsjabandi, Sp.KFR, dokter spesialis rehabilitasi medik sekaligus Ketua Persatuan Dokter Rehabilitasi Medik (Perdosri) Provinsi Kalimantan Timur.

Saat ini, Naqsjabandi berdinas di salah satu rumah sakit swasta di Kota Balikpapan sejak tahun 2004.

Saat ditemui, Naqsjabandi, mengatakan pendapatnya mengenai program JKN-KIS serta kebijakan terbaru yang diatur dalam Perdirjampelkes Nomor 2, 3, dan 5 Tahun 2018.

“Kalau saya mendukung saja. Saya yakin, BPJS Kesehatan tidak gegabah dalam mengambil suatu keputusan, tanpa ditimbang untung ruginya terhadap masyarakat.

Baca: Ini Stok Darah di PMI Samarinda Hari Ini, Peserta BPJS Kesehatan tak Dikenai Biaya

Baca: Beredar 16 Smartphone Beradiasi Tinggi, Ini Akibatnya Bagi Kesehatan

Karena yang utama adalah patient oriented. Tentu, saya yakin sekali BPJS Kesehatan sudah berfikir matang untuk semua keputusan yang diambil.

Perdirjampelkes ini pasti sudah dipertimbangkan secara matang juga,” ujar Naqsjabandi.

Di samping itu, ia mengatakan bahwa BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN-KIS ini adalah masa depan bersama, karena semakin lama jumlah peserta JKN-KIS semakin meningkat.

Hal tersebut tentunya akan berpengaruh bagi perkembangan rumah sakit itu sendiri karena klaim yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan akan berguna untuk kesehatan kondisi keuangan rumah sakit.

Baca: BPJS Kesehatan Buka Pelayanan Disemua Kecamatan di Balikpapan, Catat Jadwalnya

Baca: Lima Perusahaan di Loa Kulu-Kukar Bantu Warga jadi Peserta JKN-KIS

Halaman
12
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved