Wow, Harga Premium di Daerah Ini Tembus Rp 30 Ribu per Liternya

Berhentinya pengangkutan BBM jenis premium oleh pesawat MAF ke daerah perbatasan dan pedalaman, khususnya ke Desa Long Sule

Wow, Harga Premium di Daerah Ini Tembus Rp 30 Ribu per Liternya
net
Ilustrasi: Jual premium eceran

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Berhentinya pengangkutan BBM jenis premium oleh pesawat MAF ke daerah perbatasan dan pedalaman, khususnya ke Desa Long Sule dan Long Pipa, Malinau membuat harga premium di dua desa tersebut melambung tinggi.

Hal tersebut pula yang membuat seluruh harga kebutuhan pokok di dua desa tersebut mahal. Demikian disampaikan Aparat Desa Long Sule, Agus Purwanto saat dihubungi melalui telepon selularnya mengungkapkan, saat ini satu liter premium di Long Sule dihargai Rp 30 ribu.

"Sudah tiga bulan ini BBM tidak lagi dikirim menggunakan pesawat MAF ke desa kami. Jadi, sekarang ini desa kami mengalami kelangkaan BBM. Premium sudah menjadi kebutuhan pokok kami di sini. Generator pembangkit listrik di rumah kami menggunakan premium agar bisa difungsikan. Kalau tidak ada premium, desa kami bisa gelap gulita," ujarnya.

Baca: Salah Satu Desa di Perbatasan Malinau Sering Krisis Sembako dan BBM, Ini Kendalanya

Sempat, disampaikan Agus, masyarakat desanya berbahagia dengan dikirimnya BBM menggunakan pesawat. Saat BBM tersebut dijual kemasyarakat dengan harga yang cukup murah. Masyarakat hanya perlu membayar Rp 13 ribu per liter premium. Terjangkaunya harga premium saat itu, disampaikan Agus, karena adanya subsidi dari Pemkab Malinau.

Baca: Gigi Jumaidi Copot, Selamat Terlempar dari Pesawat Dominim yang Jatuh di Oksibil

"Wah, kami senang sekali saat harga premium di desa murah. Sebelum ada BBM dari pemerintah ini, harga premium di desa kami Rp 30 ribu perliternya. Setelah pesawat tidak lagi mengirim Premium, harga semula kembali berlaku. Premium dibawa dari Kutai Timur. Perjalanan membawa premium dari sana ke sini itu sangat sulit, makanya harganya mahal," kata Agus. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help