Ribuan Anak Bergembira di Acara Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia

Ribuan anak-anak bermain dan bergembira bersama bersama Menteri Sosial Idrus Marham dalam acara Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera

Ribuan Anak Bergembira di Acara Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia
IST
Mensos Idrus Marhan bersama anak-anak pada acara Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia 2018 bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur, Minggu. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Ribuan anak-anak bermain dan bergembira bersama bersama Menteri Sosial Idrus Marham dalam acara Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia 2018 bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur, Minggu.

Menteri Sosial Idrus Marham mengungkapkan kegiatan ini diikuti 6.000 peserta. Terdiri dari 2500 anak-anak berprestasi dan 1500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Hadir juga anak-anak penyandang disabilitas dan anak-anak berprestasi lainya. Selebihnya Pendamping PKH, Satuan Bakti Pekerja Sosial, petugas panti, relawan sosial, dunia usaha, perguruan tinggi, dan dinas sosial provinsi/kabupaten/kota.

Baca: Rp 6,3 Miliar untuk Program Bebas Kumuh, Pemkot Bontang Bangun Infrastruktur di 7 Kelurahan

Menteri mengatakan tujuan kegiatan ini adalah Pertama, memotivasi anak-anak bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia. Prestasi yang tinggi dapat diraih karena adanya ketekunan, kegigihan dalam berjuang dan berusaha, serta kerja keras pantang menyerah.

Kedua, mendorong lahirnya tradisi prestasi dalam diri anak-anak dan menjadikan prestasi sebagai instrumen yang dapat meningkatkan produktifitas. Melalui prestasi diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga angka kemiskinan dapat ditekan.

Ketiga, menebar benih-benih kemandirian untuk masa depan sehingga dapat mengangkat dari kondisi kemiskinan keluarga yang permanen.

Baca: Jokowi-Maruf Amin Jalani Proses Medical Check Up di RSPAD Selama 12 Jam

Di Kementerian Sosial, lanjutnya, sesuai dengan amanat UUD 1945 dan UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, maka negara harus hadir dalam merespon berbagai masalah sosial.

Masalah sosial tersebut mencakup kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, keterpencilan, ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku, korban bencana, korban tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

"Kementerian Sosial memiliki mandat melaksanakan Rehabilitasi Sosial, Jaminan Sosial, Pemberdayaan Sosial serta Penanganan Fakir Miskin dan Perlindungan Sosial yang diimplementasikan dalam berbagai program peningkatan kesejahteraan sosial," tutur Mensos.

Program tersebut di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), , Kelompok Usaha Bersama, Usaha Ekonomi Produktif, dan KUBE / UEP, dll.

"Program dimaksud tidak hanya memberikan dampak yang signifikan bagi penurunan angka kemiskinan & kesenjangan sosial melainkan juga meningkatkan kemandirian keluarga dan mewujudkan anak-anak berprestasi," terang Mensos.

Baca: Begini Jawaban Ridwan Kamil ketika Ditanya Solusi untuk para Pemilih Pemula di Pilpres 2019

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu adanya penghargaan terhadap pencapaian bagi keluarga sejahtera mandiri dan anak-anak yang berprestasi untuk memberikan inspirasi bagi anak-anak dan keluarga Indonesia serta masyarakat pada umumnya.

Menteri memaparkan Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia 2018 dikemas unik dan menarik dengan ciri khas anak-anak yang gembira, penuh warna, disertai kegiatan dan pengalaman seru. Arena acara didisain dengan menggunakan pendekatan galaksi alam semesta. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help