Perang Sanga Sanga Tercatat dalam Sejarah Indonesia, Sayang Tokoh Pejuangnya tak Pernah Disebut

Lembaga Studi Sejarah Lokal Komunitas Bahari (Lasaloka-KSB) menyayangkan tidak adanya satupun nama Pahlawan Nasional dari Kaltim.

Penulis: Doan E Pardede | Editor: Sumarsono
tribunkaltim.co/cornel dimas satrio kusbinanto
Salah satu tempat bersejarah di Provinsi Kalimantan Timur, yakni Taman Makam Pahlawan di Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Lembaga Studi Sejarah Lokal Komunitas Bahari (Lasaloka-KSB) menyayangkan tidak adanya satupun nama Pahlawan Nasional dari Kaltim.

Padahal, perjuangan merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI di Kaltim tak kalah sengit serta heroik dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Salah satu yang cukup terkenal dan juga tercatat dalam sejarah Indonesia adalah perang Sanga-sanga.

"Pernahkah kita mendengar tokoh, pemimpin Perang Sanga Sanga yang selama ini kita peringati. Bayangkan, tokohnya tidak pernah diangkat," ujar Muhammad Sarip, pegiat sejarah di Kota Samarinda dan Kaltim dari Lasaloka-KSB.

Baca: Disebut Berjuang Mempersatukan Kutai ke NKRI, Moeis Hassan Layak Jadi Pahlawan Nasional

Muhammad Sarip ketika dikonfirmasi, Senin (13/8) lalu, menyebut bahwa tak mungkin tak ada pemimpin dalam perang Sanga Sanga.

Berdasarkan penelusurannya, perang Sanga Sanga dilakukan eks romusha Jepang yang berasal dari Pulau Jawa. Salah satu tokoh yang menonjol adalah Budiyoyo atau Budiono.

Kala itu, budiyoyo kawan-kawan tergabung dalam Badan Penolong Perantau Indonesia, yang selanjutnya berubah menjadi barisan pejuang yang tergabung dalam Badan Pembela Republik Indonesia (BPRI).

Baca: Live Streaming Piala Indonesia 2018, PSKC Cimahi vs Persib Bandung Pukul 14.30 WIB via JTV

"Masyarakat lokal bukan tidak ikut dalam perang itu. Cuma mungkin perannya kurang besar," ujarnya.

Dia menduga, tidak diajukannya nama Budiyoyo sebagai Pahlawan Nasional terkait persoalan identitas. Jika orang Jawa yang diangkat menjadi Pahlawan Nasional dari Kaltim, maka peran masyarakat lokal Kaltim dalam sejarah perjuangan Indonesia menjadi terkesan kurang besar.

Secara pribadi, masalah identitas ini menurutnya tak perlu dipersoalkan. Apalagi, sebagain pejuang Sanga-sanga sudah dimakamkan di makam Pahlawan di Samarinda dan di Sanga-Sanga.
Untuk sumber menurutnya cukup lengkap dan sudah menjadi bagian dari sejarah Kodam VI/Mulawarman.

Baca: Bungkus Sabu Dengan Kertas Kado, Pria Asal Samarinda Diamankan Polisi

"Tapi kalau menurut saya, masalah identitas itu nggak terlalu penting. Di manapun dia berjuang, sepanjang masih di NKRI itu adalah Pahlawan kita. Walaupun mereka bukan etnis dari sini, tapi berjuang di sini, dimakamkan di sini dan berjuang untuk tanah airnya di sini ya nggak masalah. Kita akui saja," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved