Menjajal Penerbangan Langsung ke Pulau Maratua, Pulau Terdepan Indonesia

Pesawat jenis ATR-72 ini berkapasitas 70 penumpang, dengan dua mesin baling-baling.

Menjajal Penerbangan Langsung ke Pulau Maratua, Pulau Terdepan Indonesia
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Pesawat ATR-72 milik maskapai penerbangan Nam Air, saat mendarat di Pulau Maratua, Kamis (16/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

Sudah tak terhitung lagi berapa kali saya menyambangi Pulau Maratua, yang berbatasan dengan perairan Filipina dan Malaysia. Tapi baru kali ini saya mendapat kesempatan menjajal penerbangan dari Bandara Kalimarau, langsung ke Bandara Maratua.

TRIBUNKALTIM.CO - SEBENARNYA saya juga sudah pernah terbang melintasi Kepulauan Derawan menggunakan helikopter, ketika ikut pencarian empat wisatawan yang hilang saat menyelam beberapa tahun lalu. Namun helikopter Basarnas yang saya tumpangi tidak mendarat di pulau.

Bandara Maratua baru diresmikan dan beroperasi pada tahun tahun 2015, tapi baru kali ini saya mendarat di landasan pacu sepanjang 1.600 meter ini.

Meski dibangun di perbatasan, tapi bandara ini cukup megah, bahkan tergolong mewah untuk sebuah fasilitas di perbatasan.

Kembali ke soal penerbangan, Bandara Kalimarau ini sudah didarati sejumlah maskapai penerbangan, seperti Wings Air, Susi Air, Garuda Indonesia dan terakhir Nam Air, yang saya tumpangi hari Kamis (16/8/2018).

Pesawat jenis ATR-72 ini berkapasitas 70 penumpang, dengan dua mesin baling-baling.

Perjalanan melalui udara ini hanya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

Baca juga:

Gagal Juarai Piala Super Eropa, Casemiro: Real Madrid Tak Hobi Cari Alasan Saat Kalah

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved