Darurat Narkoba
Razia Kendaraan, Polresta Samarinda Dapati Ekstasi di Topi Pelanggar Lalu Lintas
Razia kendaraan yang dilakukan oleh Sat Lantas Polresta Samarinda, tidak hanya menertibkan pelanggar lalu lintas, namun juga pelaku peredaran narkoba.
Penulis: Christoper Desmawangga |
Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Razia kendaraan yang dilakukan oleh Sat Lantas Polresta Samarinda, tidak hanya menertibkan pelanggar lalu lintas, namun juga pelaku peredaran narkoba.
Operasi cipta kondisi berupa razia kendaraan itu dilakukan pada Sabtu (18/8/2018) malam, hingga Minggu (19/8) dini hari di jalan Pahlawan.
Sekitar pukul 03.00 Wita, petugas melihat adanya pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm.
Petugas pun langsung menghentikan laju kendaraan, lalu melakukan pemeriksaan.
Jokowi Naik Motor Datang ke Opening Ceremony Asian Games 2018, WNA: Dia seperti Tom Cruise!
Tak hanya pada kendaraan saja dilakukan pemeriksaan, namun juga terhadap si pengendara.
Saat pemeriksaan, petugas mendapati empat butir ekstasi merk Rolex berwarna hijau, yang disembunyi pelaku atas nama M Nasir (34) dilipatan topi yang ia gunakan.
Via Vallen Nyanyi Jokowi Ikut Goyang, Kaesang: Tangannya Metal, Kena Lagu Dangdut Joget Juga
Akibat hal itu, pelaku dibawa ke Mapolresta Samarinda, dan diserahkan ke Satreskoba guna proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Kita dapati satu pelaku hasil razia Sat Lantas, yang melakukan operasi cipta kondisi di jalan Pahlawan subuh tadi," ucap Kanit Sidik Satreskoba Polresta Samarinda, Iptu Teguh Wibowo, Minggu (19/8/2018).
Lanjut dia menjelaskan, selain mengamankan pil extacy, pihaknya juga mengamankan barang bukti lainnya berupa motor sport dan topi yang digunakan untuk menyimpan ekstasi.
Debut Cristiano Ronaldo Tanpa Gol, Juventus Vs Chievo Verona Menang Dramatis
Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, termasuk melakukan pengembangan dari tangkapan tersebut.
Posting Foto yang Sama di Instagram, Kata-kata Priyanka Chopra dan Nick Jonas Romantis Banget. . .
"Masih kita lakukan pemeriksaan, dan pengembangan tetap kita lakukan untuk dapatkan bandarnya," tutupnya. (*)