Gugatan Class Action Warga Dolly Rp 270 Miliar Gugur di PN Surabaya

Gugatan class action yang dilayangkan kelompok warga eks lokalisasi Dolly Surabaya ditolak majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Gugatan Class Action Warga Dolly Rp 270 Miliar Gugur di PN Surabaya
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Sidang putusan gugatan class action eks warga Dolly di PN Surabaya, Senin (3/9/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, SURABAYA-- Gugatan class action yang dilayangkan kelompok warga eks lokalisasi Dolly Surabaya ditolak majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Ketua majelis hakim pemimpin sidang gugatan, Dwi Winarko menyebut, selain tidak memenuhi syarat gugatan class action, gugatan tersebut lebih tepat diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Karena gugatan menyangkut hubungan antara Pemkot Surabaya dengan kelompok warganya yang merasa dirugikan akibat kebijakannya," kata Dwi Winarko, Senin (3/9/2018).

Menurut pertimbangan hakim, sambung dia, gugatan juga tidak memenuhi syarat gugatan class action sesuai peraturan Mahkamah Agung.

Sidang putusan gugatan class action eks warga Dolly di PN Surabaya, Senin (3/9/2018).
Sidang putusan gugatan class action eks warga Dolly di PN Surabaya, Senin (3/9/2018). (KOMPAS.com/Achmad Faizal)

Baca: Digugat Warga Dolly Rp 270 Miliar, Risma: Tunjukkan yang Class Action Itu Ber-KTP Dolly Bukan?

Baca: Saking Semangat Kick Off Tendang Bola Sepatu Ikut Melayang, Risma: Tapi Bagus Lho Diambil Gambarnya!

Baca: Wajah Dolly: Dulu Pusat Prostitusi Terbesar se-Asia Tenggara, Kini Menjadi Kampung Batik

Nain Suryono, kuasa hukum penggugat mengatakan, alasan majelis hakim menolak gugatan, tidak masuk akal. PTUN, sambung dia, hanya menerima gugatan dalam waktu 90 hari sejak kebijakan pemerintah diberlakukan.

"Ini tidak masuk akal, kebijakan penutupan Dolly itu pada 2014. Atau sudah 4 tahun lebih. Karena itu kami akan lakukan banding," tuturnya.

Seperti diberitakan, kelompok warga yang mengatasnamakan warga eks lokalisasi Dolly menggugat Pemkot Surabaya atas kerugian materil maupun immateril atas kebijakan penutupan Lokalisasi Dolly pada 2014 lalu.

Pemkot Surabaya dianggap tidak berhasil memulihkan ekonomi warga lokalisasi Dolly seperti yang dijanjikan.

Atas gugatan itu, Pemkot Surabaya diminta membayar kerugian sebesar Rp 270 miliar.

Saat pelaksanaan sidang, kedua kelompok massa penggugat maupun yang mendukung penutupan Dolly sama-sama menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri Surabaya di Jalan Arjuno.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gugatan "Class Action" Warga Eks Dolly Ditolak PN Surabaya", https://regional.kompas.com/read/2018/09/03/13555051/gugatan-class-action-warga-eks-dolly-ditolak-pn-surabaya.
Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Reni Susanti

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved