Gubernur Irianto Jadi Pembicara di San Fransisco, Isu Ini yang Diangkat

Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie menghadiri sekaligus menjadi pembicara pada acara Governor's Climate and Forest

Gubernur Irianto Jadi Pembicara di San Fransisco, Isu Ini yang Diangkat
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Irianto Lambrie, Gubernur Kalimantan Utara memberi keterangan kepada awak media di gubernuran, Selasa (4/9/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAN FRANSISCO - Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie menghadiri sekaligus menjadi pembicara pada acara Governor's Climate and Forest (GCF) Task Force Annual Meeting 2018 yang digelar di San Fransisco, Amerika Serikat, Selasa (11/9) dan Rabu (12/09).

DALAM kesempatan itu, Gubernur Irianto memaparkan tentang komitmen Kaltara menjaga kelestarian lingkungan, utamanya hutan yang dimiliki.

Seperti diketahui, Irianto selaku Gubernur Kaltara resmi ditetapkan sebagai anggota baru GCF Task Force atau Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan usai rapat pleno anggota GCF di Mexico pada 29 Agustus 2016 lalu.

Baca: Rusia Ingin Latihan Perang dengan China Secara Rutin

Adalah Taman Nasional Kayan Mentarang, salah satu kawasan hutan konservasi seluas 1,3 juta hektare yang berperan besar dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Dengan bergabungnya Kaltara ke dalam GCF, luas paru-paru dunia yang disebut sebagai kawasan penerapan Heart of Borneo (HoB) itu, kini telah bertambah menjadi 5,1 juta hektare.

Dua kawasan hutan lainnya tersebar di negara tetangga, yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam. Saat ini, ada 38 negara bagian atau provinsi dari 10 negara di dunia yang tergabung dalam GCF. Salah satu di antaranya adalah negara bagian California yang merupakan penggagas pertama.

Di Indonesia, selain Kaltara, Gubernur yang tergabung dalam GCF terdiri dari Kaltim, Aceh, Kalbar, Kalteng, Papua, dan Papua Barat. Semua provinsi tersebut menyumbang 58 persen tutupan hutan dan kawasan hutan di Indonesia.

Baca: Kapten Tottenham Hotspur Terciduk Mengemudi Dalam Kondisi Mabuk, Akhirnya Kena Denda Rp 961 Juta

"Pertemuan yang dilaksanakan di San Fransisco merupakan yang ke-10. Saya hadir dengan para gubernur lainnya anggota GCF dari berbagai negara, untuk membahas perubahan iklim di dunia. Di antaranya, tentang bagaimana mengelola, menjaga dan mempertahankan hutan terhadap profit sektor swasta dan pemerintah," ungkap Irianto.

Tak hanya menghadiri pertemuan penting tersebut, Irianto mendapat penghormatan menjadi salah satu pembicara atau panelis. Dalam kesempatan itu, Gubernur Irianto memaparkan tentang komitmen Kaltara dalam menjaga kelestarian hutan.

Dalam diskusi dengan tema mengenai dampak perubahan iklim dan pelestarian hutan tropis ini, Gubernur menyampaikan pengalaman, serta program yang sudah, sedang dan akan dilakukan dalam upaya mencegah perubahan iklim, dengan menjaga kelestarian hutan.

"Kita sampaikan dengan jelas, singkat dan faktual soal program menjaga kelestarian hutan di Kaltara. Di mana selama ini kita mengangkat kemitraan dengan masyarakat di sekitar, utamanya masyarakat adat dalam mengelola dan melindungi hutan. Ini terbukti sangat efektif," ungkap Irianto.

Baca: Sehari Warga Bontang Produksi 90 Ton Sampah, Ini Kebijakan yang Diambil Walikota

Pemprov Kaltara, kata Irianto, berkomitmen kuat menjaga kelestarian hutan. Salah satu upaya memberdayakan masyarakat ada di sekitar hutan, adalah dengan dikeluarkannya Pergub tentang bagaimana memberikan Pendidikan kepada masyarakat di pedalaman mengenai perubahan iklim. Yang disebut dengang Program Kampung Iklim atau Proklim. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved