Sehari Warga Bontang Produksi 90 Ton Sampah, Ini Kebijakan yang Diambil Walikota

Produksi sampah di Kota Bontang sebulan mencapai 2.700 ton. Masalah lingkungan ini tak dapat dibiarkan berlarut.

Sehari Warga Bontang Produksi 90 Ton Sampah, Ini Kebijakan yang Diambil Walikota
HARIAN KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
DIBATASI - Pemerintah berencana menerapkan pembatasan kantong plastik untuk mengurangi sampah plastik. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Produksi sampah di Kota Bontang sebulan mencapai 2.700 ton. Masalah lingkungan ini tak dapat dibiarkan berlarut. Pemerintah segera mengatur penggunaan sampah plastik.

Peraturan Walikota (Perwali) penggunaan sampah plastik tengah digodok. Walikota Neni Moerniaeni memastikan peredaran sampah plastik berkurang setelah aturan ini berlaku.

Ancaman sampah plastik di Bontang jadi masalah serius. Kurun dalam sebulan rata-rata produksi sampah warga Bontang mencapai 2.700 ton. Setiap harinya petugas kebersihan mengangkut 90 ton sampah untuk diolah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca: Media Asing Wartakan Konspirasi Kejahatan Keuangan di Era Presiden SBY, Andi Arief Colek Sri Mulyani

Kapasitasnya produksinya terus bertambah setiap hari. Sampah masih didominasi limbah rumah tangga. Tingkat kesadaran warga untuk memilah sampah masih minim. Akibatnya, petugas harus kerja ekstra. Sampah plastik dan organik dipilih dari tumpukan limbah yang menggunung di TPA.

Kondisi ini tak bisa dibiarkan berlarut. Walikota Neni sadar betul volume sampah plastik harus diminimalisir. Indonesia menjadi negara di urutan ke-3 penyumbang sampah plastik tertinggi di dunia.

Penggunaan plastik memang harus dibatasi. Ancaman kerusakan lingkungan akibat sampah plastik bukan perkara singkat. Butuh ribuan tahun agar sampah benar-benar terurai. Untuk mengatasi itu, Neni menyiapkan produk hukum mengatur penggunaan sampah plastik.

Baca: HASIL AKHIR Borneo FC vs Persija Jakarta, Gol di Masa Injury Time Bikin Tuan Rumah Gigit Jari

"Saya sudah siapkan Peraturan Walikota (Perwali) untuk mengurangi penggunaan sampah plastik," ungkap Neni disela-sela kunjungannya ke lokasi revitalisasi Stadion Bessai Berinta belum lama ini.

Perwali yang disusun masih digodok. Dinas Lingkungan Hidup dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah tengah berkoordinasi menyusun aturan ini. Ditarget Perwali rampung pada Oktober mendatang.

Walikota Neni minta agar Perwali ini benar-benar mampu mengurangi masalah sampah di Bontang. Kantong plastik, styrofoam dan sedotan termasuk barang yang bakal diatur penggunaannya di dalam Perwali ini.

Baca: Rusia Ingin Latihan Perang dengan China Secara Rutin

Peredaran kantong plastik bakal diatur. Waralaba dan pasar modern dituntut tak lagi menyediakan kantong plastik. Diganti dengan kantong ramah lingkungan. Aturan ini juga secara bertahap dilaksanakan di semua lingkungan masyarakat.

Gerakan bebas sampah plastik juga digalakan di lingkungan pemerintahan. Tepat pada HUT Kota Bontang nanti, seluruh pegawai dibagikan botol minuman. Botol minuman ini sebagai pengganti botol kemasan yang banyak digunakan.

Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyediakan isi ulang air minum. "Nanti kita bagikan e-bottle itu ke seluruh pegawai," ungkapnya.

Di samping itu, isu kebersihan di kawasan pesisir juga menjadi perhatian pemerintah. Ke depan, pengelolaan limbah sampah di kawasan pesisir, dan objek wisata bakal diatur. Saat ini, pemerintah telah merevitalisasi Pulau Beras Basah.

Baca: Persib Bandung Tergeser, Bhayangkara FC Puncaki Klasemen Liga 1 2018 Usai Taklukkan Perseru

Lengkap dengan tempat sampah dan fasilitas pendukungnya. "Saya ingin Bontang ini bebas dari sampah plastik, karena bahaya bakal dirasakan untuk anak cucu kita nanti," pungkasnya. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help