Artis Terjerat Narkoba

Berat Badan Pretty Asmara Turun Drastis 30 Kg, Tidak Mau Makan hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Kabar tak mengenakkan datang dari Pretty Asmara yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat tak mau makan. Berat badan turun hingga 30 kg.

Berat Badan Pretty Asmara Turun Drastis 30 Kg, Tidak Mau Makan hingga Dilarikan ke Rumah Sakit
warta kota
Pretty Asmara diamankan Sat Narkoba Polda Metro Jaya,karena kedapatan menyalahgunakan narkoba, Selasa (18/7/2017).Bersamanya diamankan sejumlah orang dan barang bukti narkoba yang telah digunakan. 

Berat Badan Pretty Asmara Turun Drastis 30 Kg, Tidak Mau Makan hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

TRIBUNKALTIM.CO - Kabar tak mengenakkan datang dari Pretty Asmara yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat tak mau makan di dalam penjara.

Berat badan Pretty Asmara bahkan dikabarkan turun hingga 30 kg.

Sebelumnya wanita 40 tahun, Pretty Asmara itu divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan kurungan 6 tahun penjara, Kamis (8/3/2018).

Seperti yang keterangan dari Media yang diunggah ulang oleh sebuah akun gosip kemudian Pretty Asmara yang tak terima dengan melalui kuasa hukumnya, Sahrul Romadana, melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta.

Bukannya berkurang, hukuman Pretty itu malah bertambah menjadi 8 tahun dan denda uang sebesar Rp 1 miliar.

Dari Mahkamah Agung sendiri menyatakan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding dan mengubah putusan PN Jakarta Pusat 8 Maret 2018 dengan nomor perkara 1359/Pid.Sus/2017/PN.Jkt.Pst. Putusan ini dibuat pada 15 Mei lalu.

Pretty Asmara dinilai terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat tanpa hak menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya lebih dari 5 gram dan mengedarkan psikotropika dalam bentuk obat golongan IV.

Meski begitu, kabarnya pengacara itu akan mengajukan kasasi untu kliennya tersebut

Pretty Asmara
Pretty Asmara (warta kota)

Kasasi adalah pembatalan atas keputusan Pengadilan-pengadilan yang lain yang dilakukan pada tingkat peradilan terakhir dan di mana menetapkan perbuatan Pengadilan-pengadilan lain dan para hakim yang bertentangan dengan hukum, kecuali keputusan Pengadilan dalam perkara pidana yang mengandung pembebasan terdakwa dari segala tuduhan, hal ini sebagaimana ditentukan dalam Pasal 16 UU No. 1 Tahun 1950 jo.

Halaman
123
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help