Setelah di Pangkalpinang, Bayi Bermata Satu Berjenis Kelamin Perempuan Lahir di Mandailing Natal

Setelah di Pangkalpinang, kemarin bayi lahir dengan satu mata (cyclopia) lahir di Natal Mandailing, berjenis kelamin perempuan.

Setelah di Pangkalpinang, Bayi Bermata Satu Berjenis Kelamin Perempuan Lahir di Mandailing Natal
belitungpos.com
Bayi dengan kondisi cyclopia atau saat lahir hanya dengan satu mata, kebanyakan tidak bisa bertahan hidup lama. 

Informasi dihimpun bangkapos.com, Selasa (05/04/2016), bayi tidak normal ini, lahir di Puskesmas Air Itam Kota Pangkalpinang, Minggu (27/3/2016) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Dan saat dilahirkan kondisinya sudah meninggal dunia.

Kepala Pukesmas Air Itam dr Hizal ketika dikonfirmasi bangkapos.com, Selasa (5/4/2016) sore mengakui ada pasien yang melahirkan bayi dengan kondisi fisik tidak normal.  "Sudah lama, kejadiannya, seminggu yang lalu. bayi itu, langsung meninggal," ujar Hizal.

Saat disinggung, apa penyebab bayi lahir dengan keadaan hanya memiliki mata satu, pihaknya tidak mau berspekulasi banyak.

Hanya saja berdasarkan informasi memang, riwayatnya sempat ada keinginan orangtuanya untuk digugurkan.

"Sepertinya kehamilan tidak diinginkan, kalau soal Dajjal itu saya sih tidak percaya. Memang kehamilan tidak diinginkan. Meninggal di kandungan, karena sempat mau digugurkan. Orangtuanya, aslinya orang Jawa, tinggal di daerah kita lah," ucap dr Hizal.

Kejadian serupa juga pernah juga terjadi di pedalaman Papua Indonesia, tepatnya di di Pustu Avona, Teluk Etna, Kaimana, Papua Barat.

Informasi ini disampaikan oleh Anugrah Mantri Avona dalam akun Facebooknya pada 12 Juni 2015 lalu. Ia mengutarakan dia turut membantu sang ibu melahirkan.

Anugerah pun menerangkan kalau kondisi bayi bermata satu tersebut, disebabkan karena kelahiran prematur.

Alhasil, nyawa sang jabang bayi pun tidak bisa bertahan lama hidup di dunia, hanya bertahan dua jam sebelum meninggal dunia.

"Anak itu prematur baru di pedalaman tidak ada inkubator jadi meninggal dua jam setelah dilahirkan," ucap Anugrah.

Halaman
1234
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved