Disindir Pasien sebagai Sales Vaksin MR, Bu Bidan Menjawab Obat Bius Pun Belum Halal

Bidan disindir pasiennya sebagai sales Vaksin MR, dia membalas sindirian itu bahwa obat bius pun juga belum ada yang halal.

Disindir Pasien sebagai Sales Vaksin MR, Bu Bidan Menjawab Obat Bius Pun Belum Halal
Kompas.com/Twitter/@gothed
iIustrasi vaksin VR 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA-- Seorang ibu yang hendak melahirkan menolak calon bayinya untuk diberi vaksinasi Measles-Rubella (MR).

Menurutnya, meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memperbolehkan dengan alasan darurat, namun menurutnya hal itu tidak diperlukan.

Ia pun meminta kepada bidan yang akan menolong persalinannya untuk tidak memberikan vaksin MR.

Sang bidan pun menghargai keputusan calon ibu itu untuk tidak memberikan vaksin kepada calon bayinya nanti. Namun rupanya sang bidan merasa tak terima dengan isi pesan yang disampaikan pasiennya itu di WhatsApp.

Ia tak terima lantaran tenaga kesehatan yang menyuruh pasiennya vaksin itu disebut tak lebih seperti sales.

Bahkan sang pasien pun menanyakan apakah sang bidan termasuk sales vaksin atau bukan. Sang pasien pun mengaku punya alasan mengatakan hal demikian.

Inilah tanya jawab lewat whatApps antara seorang bidan dengan ibu yang akan melahirkan, terakit penolakan vaksin MR.
Inilah tanya jawab lewat whatApps antara seorang bidan dengan ibu yang akan melahirkan, terakit penolakan vaksin MR. (captue WA)

Baca: MUI Kaltim Ajukan Opsi Pencarian Vaksin Halal, Dinas Kesehatan Kaltim Akui Tetap Lanjut

Baca: Vaksinasi Rubella di PPU Sudah Capai 52 Persen dari Target

Baca: Pemkot Balikpapan Kembali Lanjutkan Pemberian Vaksin Rubella di Sekolah

Yakni, menurutnya meski diberbolehkan dan statusnya mubah karena dianggap darurat, tapi menurutnya pemberian vaksi pada anaknya bukan hal yang darurat.

Tapi sang bidan kemudian punya cara lain agar pasiennya itu sadar bahwa vaksin diperlukan untuk anak-anak.

Begini percakapan mereka :

Pasien : Assalamualaykum, bu bidan nanti kalo saya lahiran saya ga mau anak saya di vaksin yah

Halaman
123
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help