Kisah Anggota Brimob yang Kapal Miliknya Tenggelam di Sungai Mahakam Akibat Tabrakan Tongkang

Brigpol David Patintingan hanya bisa pasrah saat mengetahui kapal jenis long boat yang dimilikinya tenggelam di Sungai Mahakam.

Kisah Anggota Brimob yang Kapal Miliknya Tenggelam di Sungai Mahakam Akibat Tabrakan Tongkang
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Tugboat Bloro 30 yang menarik tongkang Robby 80 diamankan Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda akibat tabrakan yang terjadi dengan tongkang Kaltara Murni yang ditarik tugboat Buma Cuantro, Minggu (16/9/2018). TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

Laporan wartawan tribunkaltim.co Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Brigpol David Patintingan hanya bisa pasrah saat mengetahui kapal jenis long boat yang dimilikinya tenggelam di Sungai Mahakam, akibat kejadian tabrakan antara tongkang yang terjadi pada Sabtu (16/9/2018) malam kemarin.

Brigpol David Patintingan merupakan Personel Kompi I Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim, yang juga seorang pengusaha keramba ikan di sungai Mahakam.

Kapal tersebut pun direncanakan akan digunakan untuk operasional usaha keramba ikannya, termasuk untuk digunakan memancing. Namun, impianya memiliki kapal kandas akibat kejadian tersebut.

BREAKING NEWS - 2 Tongkang Tabrakan di Sungai Mahakam, Kapal Milik Anggota Brimob Tenggelam

"Untuk keperluan keramba, untuk ambil pakan di pasar Pagi, untuk ambil logistik, dan untuk mancing juga, tapi malah tenggelam," ucapnya, Minggu (16/9/2018).

Dia menjelaskan, kapal berjenis long boat dari bahan fiber itu telah berada di bengkel kapal milik Murni Aswar (53), sejak lima bulan terakhir, pengerjaan kapal tersebut cukup memakan waktu lama karena dirinya harus membayar pembuatan kapal itu secara bertahap.

Dari informasi yang dihimpun, kapal long boat milik personel Polri itu bernilai sekitar Rp 125 juta.

Akhir Pekan Saatnya Bermalas-malasan? Intip 10 Kebiasaan yang Tak Dilakukan Orang-orang Sukses

"Lama buatnya, karena saya cicil, kalau langsung jadi berat bayarnya. Itupun saya sudah dapat potongan," terangnya.

Kapal itu sendiri telah siap untuk digunakan, pasalnya hanya tinggal pemasangan mesin kapal saja, kapal tersebut sudah dapat digunakannya.

"Iya, tinggal pasang mesin saja, dan mesin tinggal saya ambil di pelabuhan Muara Badak, sudah bisa digunakan kapal itu, tapi mau bagaimana lagi ada kejadian itu," ucapnya pasrah.

#CrazyRichSurabayan, Viral Gaya Hidup Glamor Orang-orang Kaya di Surabaya

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help