Bersama Pelaku Industri Pariwisata Balikpapan, Hetifah Dukung Pemasaran Wisata untuk Pasar China

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia di dominasi wisman asal China. Pada 2017 tercatat sebanyak 1,9 juta wisman asal China.

Bersama Pelaku Industri Pariwisata Balikpapan, Hetifah Dukung Pemasaran Wisata untuk Pasar China
IST
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah bersama pelaku usaha pariwisata saat mengikuti Bimtek di Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia di dominasi wisman asal China. Pada 2017 tercatat sebanyak 1,9 juta wisman asal China. Di 2018, pemerintah menargetkan 3 juta kunjungan wisman China.

Hal tersebut seperti dikemukakan Hetifah Sjafudian, Wakil Ketua Komisi X DPR pada acara Bimbingan Teknis Promosi Pariwisata Pasar China dengan Pelaku Industri Pariwisata Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (15/9).

Acara Bimtek ini diikuti lebih dari 50 orang para pelaku industri pariwisata di Balikpapan. Hetifah mengakui bahwa kunjungan wisman 2018 bisa menurun pasca terjadinya gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.

Baca: Pemprov Kaltim Buka 328 Formas CPNS, Meiliana : 80 Persen Pegawai Lokal

Hal ini pun sudah menjadi kajian Kementerian Pariwisata. Untuk tetap meningkatkan kunjungan wisma, Hetifah menyarankan agar wisman yang akan berkunjung ke Lombok bisa dialihkan ke Kaltim.

"Ada kesempatan kita menarik wisatawan yang mau ke Lombok mampir ke Balikpapan", kata Hetifah.

Hetifah juga menyebut bahwa banyak keunikan wisata yang ada di Balikpapan Kaltim. Wisata Balikpapan sangat layak dipasarkan ke China. Untuk itu Hetifah sangat mendukung kerjasama lintas sektor untuk mendatangkan wisman lebih banyak lagi ke Kaltim.

"Kendala pariwisata kita salah satunya soal infrastruktur. Harus ada perbaikan infrastruktur dasar dan fasilitas pariwisata. Juga masih perlu peningkatan profesionalisme pengelolaan destinasi wisata", lanjut Hetifah.

Baca: Cristiano Ronaldo Cetak Dua Gol, Juventus Menang Tipis atas Sassuolo

Sebagai anggota DPR yang mempunyai fungsi legislasi, Hetifah menyebut telah ada Undang-undang No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Salah satu yang diamanatkan dalam UU Kepawisaatan adalah pembentukan badan yang bertugas mempromosikan wisata.

Sementara itu, Nia Niscaya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar berpesan pada pelaku usaha agar memberikan pelayanan terbaik bagi para wisatawan.

"Kalau kita mau menarik wisata, perhatikan aksesabilitas. Buat kesan pertama yang menarik bagi wisatawan yang berkunjung. Buat para youtubers, jadilah ambasador pariwisata. Kalau berkunjung ke sebuah tempat wisata, promosikan wisata kita. Misalnya kalau makan foto dulu makanannya. Ini adalah cara-cara promosi yang paling murah dan efektif di era digital", ujar Nia.

Terkait pemasaran wisata Indonesia ke China, menurut Nia posisi Balikpapan sangat strategis. Secara geografis Balikpapan lebih dekat daripada Bali.

Baca: Kecewa dengan Putusan PTUN terkait Pilkada PPU, Kubu Ahli Siap Ajukan PK

"Wisman China paling banyak ke Indonesia. Tapi tujuannya masih kebanyakan ke Bali. Padahal jarak dari China ke Balikpapan lebih dekat ketimbang ke Bali. Ini jadi peluang wisata di Balikpapan," pungkas Nia. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help