Jelang Penerimaan CPNS di Berau, Ini yang Harus Waspada Masyarakat

Meski Berau hanya mendapat kuota 107 formasi CPNS, namun KPP Berau memprediksi, peserta yang mendaftar seleksi CPNS bisa ribuan.

Jelang Penerimaan CPNS di Berau, Ini yang Harus Waspada Masyarakat
Tribunkaltim.co
Ilustrasi Penerimaan CPNS 2018 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Meski Kabupaten Berau hanya mendapat kuota 107 formasi dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), namun Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau memprediksi, jumlah peserta yang mendaftar seleksi ini bisa mencapai ribuan.

“Terakhir kali kita mendapat kuota CPNS tahun 2014, saat itu hanya ada 100 formasi, tetapi yang mendaftar ada ribuan orang,” kata Kepala BKPP Berau, Abdul Rivai, Minggu (16/9).

Tingginya minat masyarakat Berau yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dikhawatirkan membuat para pelaku kejahatan memanfaatkan seleksi CPNS ini.

Baca: Pemprov Kaltim Buka 328 Formas CPNS, Meiliana : 80 Persen Pegawai Lokal

“Tahun 2014 lalu, ada dua orang yang hampir menjadi korban penipuan. Mereka dimintai uang puluhan juta dengan iming-iming akan diloloskan (menjadi PNS). Mereka mendapat pesan melalui SMS dan telepon. Beruntung mereka tidak langsung memberikan uang. Mereka konfirmasi dulu ke kami (BKPP), sehingga tidak menjadi korban penipuan,” ungkapnya.

Agar kasus seperti ini tidak terulang kembali, Rivai mengingatkan masyarakat untuk mencari kebenaran informasi yang menyangkut CPNS.

“Kalau perlu informasi apapun, yang berkaitan dengan CPNS, silakan datang saja ke kantor kami,” tegasnya.

Baca: OC Kaligis dan Irman Gusman Tak Berada di Lapas Sukamiskin, Ini Penjelasan Kalapas

Termasuk upaya menghindari adanya oknum BKPP yang nakal, Rivai mengimbau warga agar mencari informasi langsung ke kantor BKPP, pada saat jam kerja serta tidak melakukan komunikasi di luar tempat dan jam kerja.

“Apalagi sekarang media sosial bisa diakses siapa saja. Kalau ada informasi di media sosial jangan langsung dipercaya. Cari tahu dulu informasinya dengan benar. Informasi CPNS juga bisa diakses langsung melalui situs-situs (website) resmi pemerintah,” paparnya.

Rivai juga mengingatkan, agar masyarakat terutama pencari kerja agar tidak mudah percaya dengan tawaran atau janji-janji yang akan meloloskan mereka menjadi pegawai negeri. Pasalnya, seluruh proses seleksi mulai dari pendaftaran, ujian hingga pengumuman dilakukan melalui aplikasi dan diumumkan melalui website resmi pemerintah.

Peserta juga akan menjalani ujian dengan Computer Assisted Test (CAT) yang terkoneksi dengan server Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Baca: Soal Eks Koruptor Boleh Jadi Caleg, Fadli Zon: Apakah Orang Itu Harus Dihukum Selamanya?

“Sehingga menutup peluang terjadinya nepotisme, lolos atau tidaknya tergantung kelengkapan persyaratan dan hasil skoring CAT,” jelasnya.

Modus penipuan CPNS biasanya menawarkan bocoran jawaban soal ujian CPNS, menawarkan jasa meloloskan CPNS dengan mengaku sebagai ‘orang dalam’. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved