Tarakan tak Dapat Kuota CPNS Tahun Ini

alokasi kuota Calon Pegawai Negeri (CPNS) tahun 2018, hanya Pemprov Kaltara dan empat kabupaten di wilayah Kaltara.

Tarakan tak Dapat Kuota CPNS Tahun Ini
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Ilustrasi Info CPNS 2018. Peserta mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jakarta, Senin (9/10). Sebanyak 8.637 peserta se-Indonesia mengikuti ujian di 12 propinsi untuk mengisi 329 formasi KKP yang lowong. Kompas/Totok Wijayanto (TOK) 09-10-2017. 

TRIBUNKALTIM.CO - Penjabat Sekretaris Provinsi Kaltara Syaiful Herman mengumumkan bahwa yang mendapatkan alokasi kuota Calon Pegawai Negeri (CPNS) tahun 2018, hanya Pemprov Kaltara dan empat kabupaten di wilayah Kaltara.

Masing-masing Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung. Hanya Kota Tarakan yang tidak mendapatkan alokasi kuota CPNS di tahun ini.

Pemprov Kaltara  mendapatkan  kuota CPNS sebanyak 500 formasi, Pemkab Bulungan 216 formasi, Pemkab Nunukan 237 formasi,  Pemkab Malinau 230 formasi, dan Pemkab Tana Tidung  sebanyak 214 formasi. Hal ini yang disampaikan Penjabat Sekprov Kaltara Syaiful Herman.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, Selain 5 Dokumen, Perhatikan juga 9 Persyaratan Dasar yang Harus Dipenuhi

Tidak dapatnya Kota Tarakan untuk alokasi kuota CPNS di Tahun 2018 cukup mengagetkan dan membuat kecewa Ketua DPRD Kota Tarakan Salman Aradeng.

Orang nomor satu di DPRD ini pun bertanya-tanya mengapa Kota Tarakan tidak bisa mendapatkan kuota CPNS tahun ini, sedangkan semua kabupaten di Kaltara termasuk Pemprov Kaltara mendapatkan alokasi kuota CPNS.

“Saya baru tahu loh dari kalian (wartawan) informasi kalau Kota Tarakan tidak mendapatkan kuota CPNS tahun ini. Padahal masyarakat kita pastinya sangat berharap sekali mendapatkan kuota CPNS tahun ini. Tentunya saya secara pribadi dan mewakili masyarakat angat kecewalah tidak mendapatkan kuota CPNS tahun ini,” ujarnya, Selasa (18/9/2018) di Hotel Monaco.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka Besok, Ini 9 Persyaratan Dasar yang Wajib Dilengkapi

Pria yang akrab disapa Salman mengungkapkan, Pemkot Tarakan hanya bertanya langsung kepada pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mengapa Kota Tarakan tidak mendapatkan kuota CPNS di tahun ini, dan empat kabupaten di Kaltara termasuk Pemprov Kaltara mendapatkan kuota.

“Ini harus ditanyakan, pasi ada penyebabnya mengapa Kota Tarakan tidak dapat kuota CPNS di tahun ini. Padahal kita masih butuh loh kuota CPNS. Apalagi kita sekarang memiliki Rumah Sakit Mantri Raga Type C, yang sangat membutuhkan formasi tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat,” ujarnya.

Salman mengatakan, ia juga akan bertanya langsung kepada Walikota Tarakan Sofian Raga dan Sekkot Tarakan Firmannur, mengapa hal ini bisa terjadi Kota Tarakan sampai tidak bisa mendapatkan kuota CPNS di tahun 2018.

Baca: Tertarik Jadi CPNS Kementerian ESDM? Ini Beberapa Hal yang Perlu Disiapkan

“Sebab setahu saya, sewaktu pak  presiden Jokowi datang ke kaltara, pak gubernur  minta langsung kepada presiden, sebagai anak bungsu di Provinsi Indonesia ada perkecualian bagi Provinsi Kaltara untuk mendapatkan kuota CPNS. Mengapa kabupaten lainnya bisa mendapatkan kuota CPNS, sedangkan Kota Tarakan tidak dapat seperti dianak tirikan.

Dengan tidak dapatnya Kota Tarakan kuota CPNS ini tentunya kesempatan masyarakat Kota Tarakan, khususnya lulusan S1 di berbagai juruan perkulihan untuk mendaftar CPNS di kota sendiri sudah ada tidak ada harapan. Padahal setiap tahunnya ada saja PNS di Pemkot Tarakan yang pensiun dan bahkan diberhentikan karena melanggar disiplin.

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved