Dirgantara Indonesia Bakal Operasikan Pesawat Amphibi di Maratua

Keberadaan bandara ini pun menarik minat sejumlah maskapai penerbangan untuk membuka rute ke Pulau Maratua.

Dirgantara Indonesia Bakal Operasikan Pesawat Amphibi di Maratua
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Manajemen PT Dirgantara Indonesia serta Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), berkunjung ke Berau, menemui Kepala Dinas Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng membahas rencana pengoperasian pesawat Nurtanio 219 di Pulau Maratua. 

Laporan wartawan Tribunkaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sebagai destinasi wisata bertaraf internasional, dan juga sebagai pulau terdepan yang berbatasan dengan wilayah Filipina dan Malaysia, pemerintah membangun bandara di Pulau Maratua.

Keberadaan bandara ini pun menarik minat sejumlah maskapai penerbangan untuk membuka rute ke Pulau Maratua, karena setiap tahun, ada ribuan wisatawan yang datang ke pulau ini.

Sejumlah maskapai penerbangan, diantaranya Garuda Indonesia, Wings Air, Susi Air telah memiliki rute penerbangan ke Pulau Maratua, termasuk Nam Air yang tengah melakukan penjajakan untuk membuka rute ke tempat yang sama.

Al Ghazali Kecelakaan Mobil di Condet, Ahmad Dhani Mohon Doa

Baru-baru ini, Manajemen PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), berkunjung ke Berau, menemui Kepala Dinas Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng.

Kepada Tribunkaltim.co, Mappasikra mengatakan, perusahaan nasional yang memproduksi pesawat itu, berencana mengoperasikan pesawat amphibi di Pulau Maratua.

Bella Shofie Melahirkan Bayi Laki-laki, Siapakah Suaminya?

"Awalnya mereka mau mengoperasikan di Maratua dan cara floating atau pesawat amphibi yang bisa mendarat di laut. Saya bilang, di Pulau Maratua memang ada teluk yang pas untuk didarati pesawat amphibi. Tapi saya sampaikan, di Pulau Maratua sudah ada bandara sehingga tidak perlu pendaratan floating," ujarnya, Rabu (19/9/2018).

Rencananya, pesawat Nurtanio 219 (N219) ini akan digunakan untuk angkutan penumpang, termasuk wisatawan.

Gubernur Izinkan Reklamasi untuk Coastal Road, Masyarakat Pesisir Justru Khawatir Abrasi

Malam Ini Ronaldo Jalani Debut Liga Champions di Juventus, Simak Jadwalnya

"Seandainya mau menggunakan pesawat amphibi, saya arahkan untuk mendarat di Teluk Sulaiman (Kecamatan Bidukbiduk). Karena di sana juga banyak objek wisata, termasuk Danau Labuan Cermin juga ada di sana," jelasnya.

Menurut informasi yang mereka sampaikan ke Dinas Pariwisata Berau, pesawat itu akan digunakan untuk mengangkut penumpang, tetapi juga tidak menutup kemungkinan untuk dukungan logistik di daerah-daerah terpencil.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help