Kurangi Antrean di Jalan Bujangga, Pengelola SPBU Diminta Buka Akses Pintu Belakang

Jalan Bujangga terus menjadi perhatian Pemkab Berau, terutama Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Kurangi Antrean di Jalan Bujangga, Pengelola SPBU Diminta Buka Akses Pintu Belakang
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Antrean BBM di Jalan Bujangga ini selain menghambat lalu lintas, juga dikhawatirkan akan memicu longsor di lokasi yang ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana longsor ini. 

 Laporan wartawan Tribunkaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Jalan Bujangga terus menjadi perhatian Pemkab Berau, terutama  Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Pasalnya, jalan yang berada dalam kawasan rawan bencana ini, mulai mengalami penurunan badan jalan di sejumlah titik.

Kondisi ini diparparah lagi dengan banyaknya antrean kendaraan yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang lokasinya berada di oprit Jembatan Bujangga.

“Selain mengganggu kelancaran arus lalu lintas, banyaknya truk yang mengantre di sisi pinggir sungai, membuat tanah di sekitarnya rawan longsor. Untuk sementara ini hanya ditahan oleh pepohonan,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Abdurrahman.

Penerimaan CPNS 2018 - Ini 9 Jurusan yang Formasi dan Peminatnya Paling Sedikit

Jika melintas di depan SPBU, masyarakat Berau pasti mengatahui kondisi lalu lintas di sekitar jalan ini. Arus kendaraan menjadi kurang lancar karena terjadi penyempitan jalan, akibat banyaknya kendaraan yang antre membeli BBM di kanan-kiri badan jalan.

Puluhan truk juga kerap terlihat mengantre BBM jenis solar atau dex di sisi sungai. Kondisi ini yang dikhawatirkan akan memicu terjadinya longsor. Untuk itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, telah memanggil pemiliki SPBU Bujangga.

“Kami melihat di belakang ada pintu menuju SPBU yang selalu ditutup. Kalau pintu itu dibuka, maka antrean kendaraan tidak perlu memadati ruas jalan yang membuat arus lalu lintas tidak lancar,” ungkapnya.

PAOK Vs Chelsea, The Blues Menang Berkat Gol Tunggal Willian

Pintu belakang yang dimaksud, bisa diakses melalui Jalan Hidayatullah. Jika pintu ini dibuka, selain dapat memperlancar arus lalu lintas dan mencegah tananh longsor, antrean kendaraan juga tidak akan mengganggu akses keluar-masuk kendaraan di sejumlah perkantoran pemerintah yang lokasinya berdampingan dengan SPBU.

Pihaknya merasa khawatir, jika antrean pembeli BBM yang setiap hari mengular, akan membuat ruas Jalan Bujangga kembali longsor. Menurut Abdurrahman, beberapa ruas Jalan Bujangga telah mengalami penurunan beberapa centimeter.

Dudelange Vs AC Milan, Higuain Bawa Rossoneri ke Puncak Klasemen Sementara Grup F

Dinas Perhubungan pun mulai memperketat sejumlah kendaraan yang diizinkan melintasi Jembatan Bujangga, dari yang awalnya 8 ton, kini hanya kendaraan dengan bobot maksimal 5 ton saja yang boleh melintas.

Dibanderol Rp 4 Jutaan, Ini Keunggulan OPPO F9, Xiaomi Pocophone F1, dan Vivo V11 Pro!

“Kami juga akan mendirikan posko penjagaan di pertigaan Jalan Bujangga dan Jalan Hidayatullah. Kebetulan di sana ada lahan milik Pemkab Berau. Posko ini selain untuk kelancaran arus lalu lintas, juga dimaksudkan untuk mencegah kerusakan Jalan Bujangga yang lebih parah,” tandasnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help