Angota DPR RI Asal Kaltim Tak Ingin Kesempatan Kelola Blok EastKal Disia-siakan

Perusda Benuo Taka, untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengelola Blok EastKaltim pasca berakhirnya kontrak pada 28 Oktober 2018

Angota DPR RI Asal Kaltim Tak Ingin Kesempatan Kelola Blok EastKal Disia-siakan
petrominer
Blok Eastkal 

TRIBUNKALTIM.CO - Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kaltim, Ihwan Datu Adam meminta kepada Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Perusda Benuo Taka, untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengelola Blok EastKaltim pasca berakhirnya kontrak pada 28 Oktober 2018

Karena ini akan menjadi sejarah perusda mampu mengelola blok migas meski hanya 49 persen.

Dihubungi Tribunkaltim.Co, Minggu (23/9/2018), Ihwan mengatakan Blok EastKal termasuk yang dikelola Chevron Indonesia Company akan berakhir kontrak pada 28 Oktober bulan depan dan tak diperpanjang.

Bahkan penyerahan blok tersebut sudah dilakukan dan diterima PT Pertamina sebagai pengelola.

Baca: Jokowi Resmikan Patung Garuda Wisnu Kencana, Dipercaya Bertahan Ratusan Tahun

Namun dengan penyerahan blok tersebut kata Ihwan, maka perjuangan untuk mendapatkan hak pengelolaan blok tersebut harus dilanjutkan, apalagi sejak tahun lalu sudah diperjuangkan baik pemerintah daerah maupun melalui Komisi VII DPR RI.

"Bahkan kami Komisi VII DPR RI sudah setuju agar perusda bisa ikut andil dalam mengelola blok tersebut karena ini akan menjadi sejarah karena perusda bisa ikut andil mengelola blok migas," katanya.

Ia menyatakan, untuk mendapatkan hak pengelolaan migas yang mencapai 49 persen tidak mudah, sepanjang perusda siap dan memiliki modal awal Rp 1 triliun lebih. Namun untuk modal awal ini tak menjadi masalah, karena bisa mengandeng investor untuk Bersama dengan perusda mengelola 49 persen saham yang akan diberikan. Karena Pertamina kata Ihwan, akan mendapatkan hak pengelolaan 51 persen.

Baca: Deklarasi Pemilu Damai Digelar di Stadion Sempaja

Dengan demikian, Ihwan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini karena jangan sampai seperti yang dialami Pemprov Kaltim yang hanya mendapatkan hak PI 10 persen di Blok Mahakam.

"Jangan sampai perusda juga hanya mendapatkan PI10 persen seperti blok Mahakam. Pokoknya kesempatan ini hanyan dilewatikan untuk ikut mengelola blok EastKal ini," tugasnya.

Ia mengatakan dengan kepemilikan 49 persen saham diluar PI10 persen, maka jelas akan memberikan manfaat bagi daerah termasuk adanya pemasukan untuk pendapatan asli daerah.

Karena pendapatan dari saham tersebut cukup besar dan bisa mencapai ratusan miliar setiap tahun.

Penulis: Samir
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help