Advertorial

Peraih Nilai Tertinggi IGCSE, Avrum Bantu Tangan dan Kaki Palsu untuk Anak Kurang Mampu

Akhirnya dia mencoba membuat water filtration system dari bahan-bahan yang dapat ditemukan di sekitar lokasi

Peraih Nilai Tertinggi IGCSE, Avrum Bantu Tangan dan Kaki Palsu untuk Anak Kurang Mampu
HO - AVRUM
BANTU DISABILITAS - Avrum, (berkacamata di kiri) putra asal Kutai Timur yang menciptakan kaki tangan palsu untuk kaum disabilitas kurang mampu. 

SANGATTA - Meski memiliki segudang prestasi, putra asal Kabupaten Kutai Timur, Avrum Noor serius menjalankan aktivitas sosial di tempatnya dibesarkan. Berbekal pandangan, bahwa ilmu yang dipelajari harus berguna bagi masyarakat, putra pasangan Santos Ibrahim Noor dan Elizabeth Wisan, menciptakan produk berteknologi yang digunakan masyarakat pedalaman.

Prestasi tertinggi Avrum diperoleh saat berusia 15 tahun. Ia memperoleh nilai tertinggi di Indonesia sekaligus dunia untuk International General Certificate of Secondary Education (IGCSE) dalam mata pelajaran matematika dan kimia. Tak sampai di situ, dia juga mencoba menciptakan water filtration system, yaitu sistem penyaringan air bersih untuk sekolah di pedalaman.

"Ciptaannya itu berawal dari tidak layaknya kondisi air bersih di SD yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit tempat saya bekerja. Akhirnya dia mencoba membuat water filtration system dari bahan-bahan yang dapat ditemukan di sekitar lokasi," ungkap Santos, ayah Avrum.

Saat ini, alat ciptaannya tersebut, sudah digunakan di empat sekolah yang berada di pedalaman Kaltim. Yaitu SD Teladan Prima 01 di Talisayan Estate (Berau), SD Teladan Prima Benua Baru di Benua Baru Estate (Kutim), dan SD Filial 008 Kaubun di Bukit Permata Estate (Kutim).

Avrum juga memberikan informasi mengenai cara pembuatan dan contoh gambar water filtration system secara cuma-cuma di www.cleanwaterindonesia.com. Agar semua orang dapat membuatnya serta merasakan air bersih dengan lebih mudah dan murah.

Pada 2015 lalu, saat berusia 17 tahun, Avrum menjadi bagian Youth Transformation. Ia menyelamatkan para korban perdagangan anak di India dan mendirikan Prima Touch Org di Indonesia. Yakni, suatu wadah bagi korban perdagangan anak untuk diberikan kesempatan mandiri.

Sebelum masuk universitas, Avrum mendirikan Limbcarnation Prosthetic (suatu klub sekolah yang dibentuk untuk merancang prosthetic dengan menggunakan teknologi 3D Printer).

Avrum mengaku, dia sendiri yang mendesain dan membuat tangan serta kaki untuk anak-anak kurang mampu. Termasuk juga orang-orang dewasa yang berpenghasilan rendah yang memiliki keterbatasan (disabilitas).

Dia juga mempersilahkan siapa saja untuk mengetahui informasi lebih detil mengenai kegiatannya di www.limbcarnationprosthetics.org. (*)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved