Film

'Pengkhianatan G30S/PKI' Dianggap Film Horor, Terornya Terasa di Tiap Generasi

Malam itu, 30 September 1965, sekelompok tentara mengepung sebuah rumah di Jalan Hasanuddin 53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

'Pengkhianatan G30S/PKI' Dianggap Film Horor, Terornya Terasa di Tiap Generasi
Youtube/Pondok Pesantren Alkautsar Cipaku Cianjur
Salah satu degan film Penghianatan G30S/PKI, penyerangan rumah jenderal oleh pasukan. 

TRIBUNKALTIM.CO -- Malam itu, 30 September 1965, sekelompok tentara mengepung sebuah rumah di Jalan Hasanuddin 53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Wajah-wajahnya terlihat garang dengan senjata laras panjang di tangan.

Dari dalam rumah, tepatnya sebuah kamar di lantai 2, seorang perwira TNI AD yang merupakan empunya rumah tidak panik.

Dalam balutan pakaian militer lengkap, pria itu, Brigadir Jenderal Donald Isaac Pandjaitan, menghadapkan badannya ke sebuah cermin di lemari besar.

Beberapa kali dia merapikan pakaian agar tak terlihat kusut.

Tentara yang kini sudah masuk dan menguasai lantai 1 rumah itu semakin galak.

G30S/PKI, Kisah 2 Pentolan PKI yang Pernah Bertemu Stalin di Uni Soviet

Tembakan dilepaskan. Sejumlah perabot dan vas yang menjadi hiasan pun jadi sasaran penembakan. Istri dan anak DI Panjaitan yang berada di lantai 2 semakin terlihat ketakutan.

Apalagi, seorang asisten rumah tangga melaporkan bahwa dua keponakan Panjaitan yang di lantai bawah, Albert dan Viktor, terkena tembakan.

Namun, Panjaitan tetap tenang. Dengan langkah perlahan, dia turun ke lantai 1 yang dikuasai pasukan yang disebut dari satuan Cakrabirawa, pasukan khusus pengawal Presiden Soekarno.

Saat DI Panjaitan berada di bawah, tentara itu memaksanya untuk segera naik ke truk yang akan mengantarnya ke Istana.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved