Pesawat Besar akan Segera Mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda

Kepala UPB BSB APT Pranoto menargetkan beberapa hari sebelum Presiden tiba, pesawat berbadan besar sudah beroperasi di Bandara APT Pranoto.

Pesawat Besar akan Segera Mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Aktivitas penerbangan di bandara APT Pranoto, Samarinda, Rabu (13/6/2018). 

SAMARINDA, TRIBUN - Rencananya, pesawat Kepresidenan yang ditumpangi Presiden RI Joko Widodo beserta rombongan akan mendarat di Bandara APT Pranoto Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara pada akhir Oktober 2018 mendatang.

Informasi yang dihimpun Tribun, kedatangan Presiden Joko Widodo ini untuk membuka Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) se-Indonesia di mana Kota Samarinda menjadi tuan rumah.

Usai menghadiri acara IDI, Presiden juga akan meresmikan dua bandara di Kaltim, yakni Bandara APT Pranoto di Kota Samarinda dan Bandara Maratua di Kabupaten Berau.

Kepala Unit Pelaksana Bandara (UPB) BSB APT Pranoto Wahyu Siswoyo kepada Tribun, Rabu (3/10) menargetkan beberapa hari sebelum Presiden tiba, sejumlah pesawat berbadan besar sudah beroperasi di Bandara APT Pranoto.

"Yang pasti pesawat yang besar. Bisa Boeing, CRJ. Yang pasti pesawat yang bisa menghubungkan Kalimantan dan Jawa. Harapan kita, sebelum tanggal 25 (Oktober) sudah ada pesawat itu," katanya.

Ke depannya, kata Wahyu, Bandara APT Pranoto ini akan sedikit berbeda dengan bandara-bandara lainnya yang ada di Kaltim.

Di Bandara APT Pranoto nantinya akan diterapkan pola transportasi terintegrasi, baik di dalam dan di luar bandara. Nantinya, baik penumpang yang ingin masuk atau keluar dari bandara akan disediakan bus khusus dan gratis.

Bus-bus ini akan lalu lalang membawa penumpang dan karyawan bandara dari dalam bandara ke halte-halte yang akan dibangun di sekitar pintu masuk utama Bandara APT Pranoto.
Bus-bus ini bisa menjadi salah satu pilihan penumpang dan karyawan untuk masuk atau pulang dari bandara.

"Jadi bus dari Bontang, Samarinda, juga bisa singgah di halte bandara untuk mengambil penumpang. Bus nggak usah masuk, penumpang atau karyawan kita bawa ke luar. Kita buat halte, yang terintegrasi. Jadi busnya itu nanti keliling terus," katanya.

Ke depannya, angkutan di luar bandara salah satunya Damri juga akan terus dikembangkan. Jika saat ini Damri masih hanya ada dua unit, ke depannya akan terus ditambah. "Jadi nggak ada penumpang jalan kaki keluar jauh. Ada banyak pilihan. Begitu sampai di halte, mau naik Damri, angkutan lainnya bisa,"katanya.

Wahyu juga mengemukakan, saat ini, masih ada dua persoalan besar yang harus diselesaikan sebelum Bandara ini diresmikan. Pertama, penanganan tanah longsor. Kedua, masih adanya lahan di dalam bandara yang status kepemilikannya belum jelas.

Namun secara umum, kata dia, dua masalah ini tidak akan mengganggu pengoperasian pesawat di Bandara APT Pranoto. Baik persoalan longsor dan status lahan ini sepenuhnya menjadi wewenang Pemprov Kaltim.

"Longsornya ada dua titik, yang satu sudah tertangani dan satunya lagi belum," ujarnya. (dep)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved