Gempa dan Tsunami Sulteng

Bencana Gempa dan Tsunami Palu Bakal Ganggu Proyek di PPU

Bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulteng bakal menganggu kegiatan proyek yang sedang dikerjakan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Bencana Gempa dan Tsunami Palu Bakal Ganggu Proyek di PPU
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami di Dupa Tondo, Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Di area kompleks mebel dan pergudangan ini luluh lantak akibat gempa dan diterjang tsunami. 

Laporan wartawan tribunkaltim. Co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah bakal menganggu kegiatan proyek yang sedang dikerjakan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Alasannya, karena selama ini bahan material berupa agregat kelas B didatangkan dari Palu.

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum PPU, Edi Hasmoro, Jumat (5/10/2018) menjelaskan, ada sejumlah proyek yang sedang dikerjakan masih membutuhkan material agregat dari Palu, karena selama ini material dari kota tersebut yang lulus uji untuk digunakan proyek di bina marga.

Ia mencontohkan proyek di Jalan Jumaiyah, Nipah-nipah dan proyek jalan Kopi-kopi, Sungai Parit yang masih membutuhkan agregat.

 Puluhan Pengungsi Lakukan Shalat Jumat di Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan

Bahkan untuk proyek Kopi-kopi menurut Edi, masih membutuhkan sekitar 5.000 meter kubik dari 10 ribu meter kubik yang menjadi kebutuhan mereka.

"Karena estimasi kami kan kebutuhan mereka sekitar 10 ribu meter kubik dan sudah datang dua ponton, jadi sisa lagi dua ponton. Nah ini yang menjadi kendala karena di Palu kan lagi tsunami dan gempa," katanya.

Sementara untuk Jalan Jumaiyah lanjutnya, hanya membutuhkan agregat untuk beton K 300, karena untuk agregat kelas B sudah cukup.

Sedangkan untuk proyek di Riko link dua kata Edi, kemungkinan aman karena material mereka sudah cukup untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Namun demikian, Edi tetap optimistis proyek tersebut akan tetap selesai pada akhir tahun ini.

Ia juga berharap upaya dari kontraktor pelaksana untuk memcari agregat kelas B termasuk membeli di Balikpapan bila memang tersedia.

 Sangatta Terkenal Sarang Buaya, Pelatih Dayung Balikpapan Minta Jaminan Keselamatan Atlet

"Silakan saja dulu cari siapa tahun di Balikpapan ada st yang bisa dipakai di Penajam," katanya.

Saat ditanya bagaimana bila tetap tidak bisa mendapatkan material, Edi mengatakan akan mendiskusikan minimal kepada pemberi pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), karena proyek dibiayai melalui pinjaman tersebut.

Smartphone Makin Canggih, 10 Fitur Ini Bakal Dianggap Jadul dan Tak Dipakai Lagi

Bila mereka memngizinkan perpanjang kontrak karena ada bencana alam, maka pihaknya akan melakukan itu.

"Makanya kami akan diskusikan dulu, apakah bisa dilakukan perpanjangan atau tidak karena ini kan sifatnya bencana alam, karena material dari Palu sementara daerah itu dilanda gempa dan tsunami," tuturnya. (*)

Penulis: Samir
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help