Bengkel Kendaraan Makin Menjamur, DLHK Ingatkan agar Tak Buang Oli Bekas Sembarangan

“Limbah jenis ini mengandung racun dan berbahaya bagi lingkungan jika dibiarkan begitu saja,” kata Junaidi.

Bengkel Kendaraan Makin Menjamur, DLHK Ingatkan agar Tak Buang Oli Bekas Sembarangan
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Oli bekas yang dihasilkan bengkel-bengkel kendaraan merupakan limbah kategori Bahan Berbahayan dan Beracun (B3), karena itu harus dikelola dengan benar. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Tidak dapat dipungkiri, ada beberapa jenis usaha masyrakat di Kabupaten Berau yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), salah satunya adalah bengkel kendaraan.

Menurut Junaidi, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Kabupaten Berau, saat ini sudah ada ratusan bengkel kendaraan yang beroperasi di Kabupaten Berau.

Bengkel-bengkel ini menghasilkan limbah B3, yakni oli bekas.

“Limbah jenis ini mengandung racun dan berbahaya bagi lingkungan jika dibiarkan begitu saja,” kata Junaidi.

Disebutkannya, bengkel cukup banyak menghasilkan limbah. seperti oli bekas, gas sisa pembakaran, dan zat-zat berbahaya yang susah diurai oleh alam.

Junaidi mengungkapkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk pengolahan limbah, namun setiap jenis limbah membutuhkan cara penanganan yang berbeda berdasarkan volume dan kandungannya.

Untuk mengatasi limbah cair seperti oli bekas, tidak seharunya dibuang ke sungai atau daerah padat penduduk.

Baca juga:
 

Limbah tersebut harus ditampung di tempat yang telah disediakan sehingga tidak membahayakan lingkungan.

“Bila sudah melakukan hal itu barulah disebut bengkel ramah lingkungan. Tapi  yang terpenting adalah, bagaimana bengkel-bengkel yang telah beroperasi ini bisa menangani limbahnya dengan tepat dan tentunya tidak merusak lingkungan,” jelasnya.

Namun sejauh ini, menurut Junaidi, para pemilik bengkel sudah melihat peluang untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual oli bekas, ketimbang membuangnya ke drainase atau tanah kosong.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved