Gempa dan Tsunami Sulteng

Korban Gempa Sulteng yang Belum Punya Tujuan Ditampung di Asrama Haji Balikpapan

Pemerintah Kota Balikpapan tengah melakukan pendataan untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi,

Korban Gempa Sulteng yang Belum Punya Tujuan Ditampung di  Asrama Haji Balikpapan
Tribun Kaltim/Rachmad Sujono
Balikpapan kedatangan 666 pengungsi yang datang ke pelabuhan Semayang dengan KM Labobar Senin (8/10/2018) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan tengah melakukan pendataan untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Senin, (8/10/2018).

Diketahui, sebanyak 666 korban diangkut ke Balikpapan menggunakan kapal KM. Labobar dan bersandar di Pelabuhan Semayang, kota Balikpapan.

Saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co, di lokasi penampungan di pelabuhan Semayang, , Assisten I Sekkot Balikpapan, Syaiful Bahri mengatakan, pemkot Balikpapan akan menampung korban yang belum memiliki tujuan.

Dijelaskannya, korban yang belum memiliki tujuan tersebut akan diinapkan di asrama haji Balikpapan usai dilakukan pendataan.

"Ini kan sedang dipilah data, mana korban yang transit, dijemput keluarganya dan yang belum memiliki tujuan. Nah, yang gak punya tujuan itu yang akan kita data dan kita tampung di asrama haji," ujarnya.

Baca: Aktivitas Bandara SIS Al Jufri Palu Berangsur Normal, Pesawat Komersil Sudah Bisa Mendarat

Ditambah Syaiful, yang terpenting saat ini bagi pemkot Balikpapan adalah mengatur konsumsi untuk para korban.

"Yang penting itu sekarang bagaiman mengatur konsumsi buat korban. Dan itu sudah kita lakukan,". Ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Balikpapan, Suseno menjelaskan, dari hari pertama hingga saat ini sudah lebih dari 5.000 korban yang telah terdata di Balikpapan. Walaupun sudah sebagian korban yang pergi baik ke kampung halaman, maupun dijemput keluarganya.

"Lebih dari 5.000 korban mas yang kita data. Tapi sudah banyak yang pergi, dan ada juga yang menetap di Balikpapan dan tinggal bersama keluarganya," ucapnya disela-sela pendataan pengungsi yang tiba di pelabuhan semayang, Balikpapan.

Baca: Pengecekan Diperketat, Pemkot Minta Bantuan Kadaluwarsa Tak Didistribusikan ke Palu

Diterangkannya, korban yang tidak memiliki tujuan ini rencananya akan ditampung di asrama haji Balikpapan. Pasalnya, ia membeberkan, data terakhir yang dia dapat, di asrama haji hanya diisi sekitar 46 pengungsi dan itupun kemungkinan akan bergerak untuk melanjutkan perjalannya.

Diakuinya, kebanyakan pengungsi di asrama haji relatif tinggal tidak terlalu lama, karena ada pengungsi yang melanjutkan perjalanan, bahkan ada juga komunitas yang membantu tiket bagi korban yang ingin pergi ketempat tujuannya.

"Terakhir masih ada 46 orang di asrama haji, tapi itupun dia mau melanjutkan perjalanan juga. Jadi, korban yang ada saat ini akan ditampung disana jika dia belum memiliki tujuan kemana," pungkas Suseno.

Baca: Liverpool Sumbangkan Jersey Bertanda Tangan Pemain untuk Korban Gempa di Sulteng

Diketahui, KM. Labobar bersandar di pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan sekitar pukul 15.00 wita dan para pengungsi langsung ditampung sementara di lantai 2 pelabuhan u tuk dilakukan pendataan.

Penulis: Aris Joni
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved