Gempa dan Tsunami di Sulteng

Sekolah di Samarinda Dilarang Menolak Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami

"Di antaranya pasti ada anak-anak. Jadi kalau mau sekolah di sini, harus diterima," ujarnya.

Sekolah di Samarinda Dilarang Menolak Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami
tribunkaltim.co/christoper desmawangga
20 pengungsi dari Sulawesi Tengah tiba di pelabuhan Samarinda ikut menumpang KM Adithya, Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seluruh SD dan SMP yang ada di Kota Samarinda dilarang menolak anak-anak korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah yang ingin melanjutkan pendidikannya di Kota Samarinda.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setkot Samarinda, Syahruddin SY kepada Tribunkaltim.co, Senin (8/10/2018) mengatakan, bahwa keharusan ini merupakan Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendi.

Kebijakan ini sendiri menurutnya mendapat respon positif dari Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang.

"Anak-anak pengungsi, di manapun mau sekolah SD dan SMP wajib diterima," katanya.

Berdasarkan data, kata Syahruddin yang juga anggota Tim Terpadu Penanganan Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala Samarinda ini, jumlah pengungsi yang akan datang ke Samarinda mencapai lebih dari 5 Kepala Keluarga (KK).

Baca juga:

Ribuan Orang Diperkirakan Masih Tertimbun di Balaroa dan Petobo, Ini Testimoni Warga yang Selamat

Borneo FC Vs Persipura - Kalah Tipis, Pelatih Persipura Akui Stadion Segiri Bikin Timnya Kesulitan

Penerimaan CPNS 2018 - Hari ke 13, Pelamar di 2 Formasi Pemkot Samarinda Ini Masih Kosong

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help