Pemilihan Rektor Unmul Bakal Digelar Lusa, Utusan Kemenristekdikti Dirahasiakan

Babak akhir pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Mulawarman (Unmul) akan digelar Kamis (11/10/2018)

Pemilihan Rektor Unmul Bakal Digelar Lusa, Utusan Kemenristekdikti Dirahasiakan
UNMUL.AC.ID
Gedung Rektorat Universitas Mulawarman Samarinda 

Pemilihan Rektor Unmul Bakal Digelar Lusa, Utusan Kemenristekdikti Dirahasiakan

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Babak akhir pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Mulawarman (Unmul) akan digelar Kamis (11/10/2018) atau, tiga hari jelang berakhirnya masa jabatan rektor saat ini yang dijabat Prof Masjaya.

Panitia Pilrek Unmul sudah mengantongi surat tertulis dari Kementrian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti), sebagai syarat menggelar tahap akhir Pilrek Unmul.

"Kita sudah terima surat resmi kementrian (Ristekdikti) yang menyatakan rekam jejak dari PPATK (pusat penelusuran analisa transaksi keuangan) terhadap tiga calon rektor kita, sudah selesai. Sehingga kementrian menyampaikan Unmul sudah bisa melanjutkan pilrek," urai Ketua Panitia Pilrek Unmul, Mohammad Noor, Selasa (9/10/2018).

Baca: Besok Batas Akhir Pemilihan Rektor Unmul, Begini Kondisinya Sekarang

Terbitnya surat dari kementrian tersebut, kata Noor, sekaligus mengonfirmasi rekam jejak ketiga calon rektor yang bertarung, bersih.

"Oh, tentu semua (calon rektor) lulus. Kalau tidak, tentu kementrian meminta prosesnya diulang," kata Noor.

Meski sudah memiliki jadwal pasti, namun informasi siapa yang akan mewakili Menristekdikti, di rapat senat tertutup beragendakan pemilihan rektor, bersifat rahasia. Menurut Noor, hal ini dilakukan agar utusan Kemenristekdikti yang hadir, bebas dari intervensi dan kongkalingkong dengan salah satu calon. Sekadar informasi, dalam Pilrek, Kemenristekdikti memiliki bobot hak suara sebesar 35 persen.

"Apakah menteri atau siapa yang mewakili menteri nanti, kita tidak tahu. Informasi itu gelap. Maksudnya dirahasiakan. Supaya tidak ada kongkalingkong," ungkap Noor.

Baca: Soal Rekam Jejak Calon Rektor Unmul, Panitia Sudah Dapat Konfirmasi dari Kemenristekdikti

Yang pasti, lanjut Noor, Kemenristekdikti akan mengirimkan utusan untuk menghadiri, sekaligus memberikan hak suara 35 persen, di Pilrek Unmul, ini.

"Mereka (utusan menteri) kita tak tahu namanya siapa, mereka juga tak mau dijemput, tidak mengabari. Yang pasti mereka akan datang," katanya lagi.

Kemenristekdikti, menurut Noor, akan mendistribusikan suara kepada calon rektor yang dinilai memiliki integritas, dan kapabilitas. Informasi mengenai calon rektor ini diperoleh Kemenristekdikti melalui utusannya yang menghadiri penyampaian visi-misi bakal calon rektor, beberapa waktu lalu.

"Kita panitia juga memberikan berkas visi-misi. Data-data diri calon rektor, berkas berkaitan lainnya ke Kementrian. Kementrian pula melakukan penelusuran rekam jejak sendiri. Jadi, kementrian akan menjatuhkan pilihan secara objektif" tutur Noor.

Sekadar informasi, tiga calon rektor akan bertarung di tahap akhir Pilrek Unmul. Sebelumnya, terdapat lima bakal calon rektor yang mengikuti tahapan awal. Ketiga calon rektor yang akan bertarung yakni Prof Masjaya (Rektor incumbent), Prof Susilo (Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unmul), serta Dr La Ode Rijai (Dekan Fakultas Farmasi).

Baca: Wakil Rektor Sebut Ada 16 Pembangunan di Unmul kini Mangkrak

Sebagai gambaran, di pemilihan calon rektor awal, Masjaya unggul dengan raihan 60 suara senat. Di posisi kedua ada Prof Susilo dengan jumlah 19 suara, dan Dr La Ode Rijai dengan 5 suara. Pilrek tahap akhir ini akan memerebutkan 87 suara senat, plus 35 persen suara Menristekdikti.

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help