Gempa di Sulteng

Polda Kaltim Kirim Polwan dan Bhayangkari ke Palu, Jenderal pun Ikut Hibur Pengungsi

Polisi wajib memelihara sikap tegas, bermental baja demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polda Kaltim Kirim Polwan dan Bhayangkari ke Palu, Jenderal pun Ikut Hibur Pengungsi
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra memantau posko-posko penampungan pengungsi korban gempa dan tsunami Sulawesu Tengah. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Polisi wajib memelihara sikap tegas, bermental baja demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tapi hal itu tak ujuk-ujuk menghilangkan naluri keibuan para polisi wanita (Polwan) Polda Kaltim.

Bahkan jenderal polisi bintang 1 pun luruh melihat raut wajah para korban bencana. Tak ragu ia masuk ke tenda pengungsi. Menebar senyum, usapan di punggung, sapaan hangat hingga menggendong anak para pengungsi.

Didampingi jajaran Bhayangkari Kaltim, mereka berbaur dengan korban bencana di Sulawesi Tengah. Bak penghibur yang andal. Senyum dan tawa anak dan perempuan para pengungsi korban bencana gempa dan tsunami pecah diiringi nyanyian dan tepuk tangan.

Mereka tampak akrab dengan anak-anak, layaknya seorang ibu mengayomi anaknya sendiri. Ada yang bernyanyi, sebagian lainnya memainkan permainan seru di sekitar posko induk Desa Tulo, Sigi, Sulawesi Tengah.

Baca: Besok, Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Dihentikan, Ini Jumlah Korban Tewas Terakhir

Apa yang mereka lakukan merupakan bagian dari kegiatan Trauma Healing yang digelar Polda Kaltim. Tujuannya tak lain memulihkan kondisi psikis anak-anak, pasca bencana gempa dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah.

"Meski kondisinya seperti ini, anak-anak butuh diberi ruang untuk belajar, bermain, dan berbahagia. Karena itu, kami terjunkan Polwan dan Bhayangkari untuk setidaknya sedikit mengobati luka psikis mereka," ujar Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto, yang turun langsung kala itu di desa Tulo, Sigi Sulteng.

Lukman yang saat itu hadir di tengah-tengah mereka mengungkapkan, trauma healing penting dilakukan, mengingat jiwa anak-anak sebenarnya masih belum siap menghadapi bencana sebesar ini.

Baca: Resmi, UFC Jatuhi Hukuman untuk Conor McGregor Terkait Kerusuhan Lawan Khabib Nurmagomedov

"Senang rasanya melihat anak-anak itu masih bisa tersenyum. Semoga senyum mereka akan terus ada, sampai kehidupan di Desa Tulo kembali normal," harap Lukman.

Sebelumnya, jenderal bintang 1 tersebut bersama jajaran PJU Polda Kaltim pun terlibat kegiatan bersama anak-anak pengungsi di salah satu Posko di Jl. Lagarutu, Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10).

Wakapolda ikut mengawal rombongan Bhayangkari dan Polwan Polda Kaltim dalam misi kemanusiaan membantu para korban gempa Palu dan Donggala, tampak menyanyi bersama anak-anak pengungsi.

Hal ini dilakukan Wakapolda sebagai salah satu bentuk terapi menghilangkan stres (trauma healing) setelah mereka mengalami musibah yang mengguncang jiwa.

Ada pula Polwan yang langsung menggendong beberapa anak balita. Suasana riang gembira ini, seakan menghilangkan bayangan kelam ketika rumah-rumah mereka diguncang gempa berkekuatan 7,4 SR yang enam menit kemudian disusul gelombang tsunami.

Baca: Pelatih Madura United Ungkap Kunci Timnya Kalahkan Persib Bandung

Di Posko Jalan Lagarutu, Lukman didampingi Karo Rena, Kabid Humas, Dir Intel, Kasat Brimob, Kabid Dokkes dan Kabid Propam bersama rombongan terdiri dari 39 personil Bhayangkari dan Polwan menyerahkan bantuan berupa makanan, minuman, pakaian, terpal dan obat-obatan. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help