Karyawan TKA Ancam Menginap di Kantor Bupati PPU, Ini Alasannya

Sebanyak 36 karyawan PT Tri Teknik Kalimantan Abadi (TKA) mengancam akan menginap di Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU).

Karyawan TKA Ancam Menginap di Kantor Bupati PPU, Ini Alasannya
HO
Bupati AGM saat bertemu pemilik PT TKA Eriko untuk menyampaikan aspirasi karyawan. 

Karyawan TKA Ancam Inap di Kantor Bupati, Ini Alasannya

Laporan wartawan tribunkaltim. Co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Sebanyak 36 karyawan PT Tri Teknik Kalimantan Abadi (TKA) mengancam akan menginap di Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU).

Pasalnya sampai sekarang tuntutan pembayaran gaji serta THR belum terealisasi.

Padahal dalam pertemuan dengan Bupati Abdul Gafur Mas'ud (AGM) pada 3 Oktober lalu, bupati berjanji akan menyelesaikan dua hari setelah pertemuan.

5 Kisah Menarik Khabib Nurmagomedov, Berlatih Gulat dengan Beruang hingga Bersahabat Sama Ronaldo

Koordinator karyawan PT TKA Kusnoto saat dihubungi tribunkaltim. Co, Rabu (10/10/2018) menjelaskan, rencana untuk menginap di Kantor Bupati karena hak mereka belum diselesaikan perusahaan, padahal gaji mereka sejak Maret sampai sekarang dan THR belum kunjung dibayarkan.

"Ini suratnya kami lagi buat untuk izin menginap, " katanya.

Ia mengaku pernah mempertanyakan mengenai nasib mereka kepada Bupati AGM melalui pesan pendek namun belum direspon.

Padahal lanjutnya, bupati dengan tegas menyampaikan bahwa permasalahan ini akan diselesaikan dalam waktu dua hari sejak pertemuan.

Takluk dari Madura United, Mario Gomez Ungkapkan Persib Bandung Sulit Bermain Tanpa Bobotoh

"Pak bupati sendiri yang menyampaikan saat pertemuan itu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami juga pernah kirim pesan singkat kepada pak bupati tapi tidak direspon. Makanya kami putuskan akan menginap di kantor bupati atau kantor pemerintahan lain lah kami akan menginap, " ujarnya

Ia mengatakan, pihaknya juga sudah melayangkan surat kepada ombudsman perwakilan Kaltim untuk melaporkan masalah karyawan PT TKA yang belum dibayarkan gaji dan THR mereka.

Sementara itu, Bupati AGM mengaku sudah menemui pemilik perusahaan untuk menyampaikan tuntutan para karyawan.

“Pihak pemilik (Owner) akan membicarakan persoalan karyawan kepada pihak manajemen perusahaan PT TKA dan akan diberikan keputusan dalam waktu dekat terkait permasalahan tunggakan pembayaran gaji karyawan. Pemiliknya juga menyampaikan bahwa perusahaan tersebut dalam keadaan tidak stabil sehingga terjadi penunggakan pembayaran terkait gaji,” ujar AGM.

Beroperasi Lewat Twitter, Pencetus Pesta Seks Swinger 3 Pasutri di Surabaya Ungkapkan Modusnya

Untuk itu, ia berharap kepada para karyawan untuk mengikuti upaya proses yang akan dilakukan, dan menunggu hasil antara pemilik perusahaan dengan manajemen perusahaan PT TKA dengan harapan penyelesaian yang baik sesuai dengan harapan bersama. (*)

Penulis: Samir
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help