CPNS 2018

Pelamar CPNS Keluhkan Dugaan Pungli di Disdukcapil, Kepala Dinas Minta Nama Petugas Dicatat

Para pelamar CPNS mengeluh lantaran dugaan pungli yang dilakukan oknum pegawai Disdukcapil dilakukan terang-terangan.

Pelamar CPNS Keluhkan Dugaan Pungli di Disdukcapil, Kepala Dinas Minta Nama Petugas Dicatat
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Mantan lurah harus menutup wajahnya karena malu tertangkap sabur pungli 

Pelamar CPNS Keluhkan Dugaan Pungli di Disdukcapil, Kepala Dinas Minta Nama Petugas Dicatat

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah pelamar CPNS yang sedang mengurus data kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Disdukcapil) Kota Ambon mengeluhkan adanya dugaan praktik pungutan liar ( pungli) yang dilakukan oknum pegawai di kantor tersebut.

Para pelamar CPNS ini mengeluh lantaran dugaan pungli yang dilakukan oknum pegawai Disdukcapil Kota Ambon dilakukan terang-terangan.

Salah Unggah KTP dan KK, Berkas Pelamar CPNS Langsung Dinyatakan TMS

NIK Kadaluarsa Lolos Verifikasi Berkas CPNS, Begini Penjelasan Disdukcapil

Lebih ironis lagi, akibat praktik itu banyak pelamar CPNS yang sudah berhari-hari mengantre tidak mendapat pelayanan secara maksimal.

“Kita sudah antre berhari-hari untuk pengurusan, tapi ada yang baru datang langsung dilayani dengan baik, itu karena mereka membayar sejumlah uang. Saya lihat sendiri,” kata Buce, salah seorang pelamar saat ditemui Kompas.com di halaman Kantor Disdukcapil Ambon, Rabu (10/10/2018).

Buce mengaku, dia sempat memergoki sejumlah pelamar yang membayar sejumlah uang kepada oknum pegawai Disdukcapil dan hasilnya mereka yang membayar dipermudah dalam pengurusan data kependudukan.

“Saat saya masuk ke dalam ruangan, mereka suruh saya kalau mau cepat bayar Rp 100.000 ke pegawai, tapi saya tidak punya uang lebih saat itu dan saya tidak mau lakukan itu,” katanya.

Pelamar lainnya, Sany, mengatakan, dugaan praktik pungli oleh oknum Disdukcapil bukan hanya isapan jempol sebab banyak pelamar yang juga mengambil jalan pintas untuk mempercepat pengurusan di kantor tersebut.

“Pelayanan mereka sangat buruk sekali, kalau punya uang langsung selesai tapi kalau tidak punya uang dan kenalan, ya antre berhari-hari,” tuturnya kesal.

Dia meminta Kepala Dinas Disdukcapil Ambon dan aparat kepolisian agar dapat mengusut dan memproses oknum pegawai yang terlibat dalam kasus tersbeut.

Halaman
12
Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help